Press "Enter" to skip to content

Cerita Konservasi – Menyelamatkan Penyu Bersama Nelayan

Telah Dibaca : 6166 Kali

SULUH BALI, Denpasar – Masih lanjutan dari Cerita Konservasi  yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Bali bersama Earth Hour dan Marine Buddies. Dipertemuan pertamanya lalu, tema besar yang diberikan adalah “Menyelamatkan Penyu Bersama Nelayan” yang diceritakan oleh Agus Jaenuddin. Agus bercerita tentang mitigasi dan penanganan penyu sebagai tangkapan sampingan (bycatch) nelayan.

Setelah sebelumnya Agus menjelaskan tentang penyu, masih dipertemuan yang sama Agus juga menjelaskan tentang jenis-jenis tangkapan sampingan (bycatch) yang diperoleh nelayan. Bycatch sendiri merupakan hasil tangkapan yang tidak sengaja tertangkap atau bukan termasuk target utama penangkapan si nelayan.Bycatch sendiri ada yang layak tangkap dan tidak dilindungi dan ada juga yang dilindungi. Seperti hewan yang dilindungi penyu, hiu, lumba-lumba sering sekali terjerat entah itu jaring atau kail dari para nelayan, jelas penangkapan tersebut bukan unsur kesengajaan dari nelayan itu sendiri.

Penangkapan bycatch ini jelas bisa diminimalisir, seperti beberapa upaya yang telah dilakukan oleh WWF, seperti, pengembangan dan uji coba lampu LED pada alat tangkap gillnet dan circle hook pada alat tangkap nelayan, serta memberikan pendampingan nelayan terkait penanganan bycatch penyu.

“Kami merasa penting dalam memberikan pendampingan dan penanganan bycatch penyu karena dapat mengurangi resiko kematian penyu yang tertangkap dan mengurangi potensi ghost fishing dari sisa alat penangkapan. Untuk kondisi penyu itu sendiri, 83% sewaktu tertangkap penyu itu masih hidup, 9% dalam keadaan tidak sadar dan 8% dalam keadaan mati,” jelas Agus Jaenudin selaku Bycatch Conservation Assistant.

Diakhir pertemuan, Agus menjelaskan dan mempraktikkan penanganan pertama yang bisa dilakukan ketika penyu terjerat kail pancing. Walau diperagakan dengan kardus, namun para peserta merasa kasihan ketika membayangkan penyu tersebut terkait, dan tidak tega ketika penyu tersebut harus merasakan kesakitan sewaktu kait yang menyangkut tersebut dilepaskan.

Cerita Konservasi masih akan berlangsung di empat minggu pertama dan setelah sebulan akan diadakan dua minggu sekali. Buat yang penasaran tentang Cerita Konservasi bisa langsung berkunjung ke Kantor WWF di Jalan Jalan Pemuda 1 no.2, Renon setiap hari Jumat pukul 16.00 WITA. Setiap minggunya Cerita Konservasi punya tema yang berbeda-beda. (SB-cas)

Selengkapnya Cerita Konservasi – Menyelamatkan Penyu Bersama Nelayan

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor By :

Muhammad Ullil Fahri,S.Pd.M.TI

www.mfahri.web.id