Press "Enter" to skip to content

Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bukti Kades Moiso Bisa Beli Hukum

Telah Dibaca : 7043 Kali
Kades Moiso, Idris Gula
SIDANGOLI – Ketidakhadiran Kepala Desa (Kades) Moiso, Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Idris Gula, saat dipanggil penyidik Polsek Jailolo Selatan, terkait kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2016-2017, mengindikasikan yang bersangkutan merupakan orang kuat, baik secara ekonomi maupun politik. Dan karena kekuatan kades tersebut, membuat aparat hukum Polsek setempat menjadi lumpuh dan tidak berdaya. 
“Sikap tidak memenuhi panggilan polisi, memberi kesan bahwa Idris Gula memiliki karakter kepemimpinan yang buruk dan sangat rendah tangung jawab, karena tidak mendahulukan kepentingan rakyat kecil pencari keadilan,” ujar Koordinator Forum Komunikasi Masyarakat Desa Moiso (Forkokam), Sahlan Kader, Minggu (24/3).
Menurut Sahlan, Polsek Jailolo Selatan sudah melayangkan undangan klarifikasi kepada Idris Gula, guna dimintai keterangan terkait dugaan kasus penyalagunaan Dana Desa pada tahun 2016-2017. Namun sayangnya, Idris memilih mangkir dari panggilan polisi tanpa alasan jelas. 
“Kasus ini sudah berjalan selama hampir empat bulan tanpa ada kepastian hukum. Dengan mangkirnya Idris dari panggilan polisi, menunjukkan bahwa para pelapor sedang berhadapan dengan seorang terlapor,  dengan kualifikasi bukan orang sembarangan,” ujar Sahlan.
Terkait hal ini, Kapolsek Jailolo Selatan, Wahyu Aji Wibowo, S.TK, ketika dikonfirmasi mengatakan, seharusnya Idris menghadiri panggilan penyidik untuk menjelaskan kepada publik apa yang sebenarnya terjadi. Sebab sebagai seorang pemimpin, sikap tidak memenuhi panggilan polisi merupakan contoh buruk dalam penegakan hukum. Dan tindakan seperti ini kata kapolsek, patut dinilai tidak menghargai proses hukum dan kerja aparat penegak hukum. 
“Publik pasti menduga-duga, mangkirnya Kades Moiso dalam pemeriksaan apakah karena kelalaian semata atau ada skenario lainnya untuk menyelamatkan Idris Gula. Sebab masyarakat Moiso yang merupakan pelapor adalah para pencari keadilan, sehingga yang bersangkutan perlu memberikan klarifikasi di kepolisian,” tegasnya. (ota)

Selengkapnya Mangkir Dari Panggilan Polisi, Bukti Kades Moiso Bisa Beli Hukum

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buat Sistem Informsi Mu Sekarang