Press "Enter" to skip to content

Warga Buru Mengadu Masalah GB Ke Ombusmen

Telah Dibaca : 9234 Kali

WARGA Buru khususnya Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, mengadu persoalan tambang Gunung Botak ke Ombusmen Maluku. Masalahnya, sejak adanya penambangan illegal, maka maraknya pengunaan dikawasan beremas itu.

Mereka melaporkan persoalan tambang emas Gunung Botak ketika Ombusmen melakukan kunjungan kerja. Kunker untuk meninjau lokasi Gunung Botak, Rabu, 18 April.

Menurut warga, penambangan liar di Gunung Botak tidak hanya merusak lingkungan namun juga telah mengancam keselamatan warga di Pulau Buru. Warga semakin khawatir karena beberapa kali sejumlah hewan ternak milik warga mati secara mendadak karena diduga meminum air limbah mercuri.

“Kami berharap pihak Ombudsman bisa melihat masalah ini,”kata salah satu tokoh adat Kayeli, Hata Belen saat pertemuan itu.

Raja Kaiely Adbullah Wael membeberkan, kawasan Gunung Botak saat ini sudah semakin memprihatinkan karena para penambang liar masih saja melakukan aktivitasnya di kawasan itu tanpa mempedulikan masalah lingkungan dan keselamatan warga.

“Di Gunung Botak ada sekitar 200 bak rendaman yang menggunakan mercuri dan hal ini sangat mengancam kita warga Kayeli,”kata Abdullah Wael.

Sementara itu, Ketua Tim Kajian Pengawasan Penggunaan Mercuri dan Dampak Keruskaan Lingkungan di Gunung Botak, Semy Hatulesy mengaku setelah mendengarkan aduan dari masyarakat, pihaknya selanjutnya akan mengkaji berbagai masukan itu untuk ditindaklanjuti.

“Masukan dari saudara-saudara sekalian akan kita kaji untuk disampaikan kepada pihak berkompeten, tapi kami juga butuh data dari bapak-bapak sekalian misalnya siapa oknum yang membacking itu harus disampaikan, siapa yang menyalurkan, dari mana? Itu datanya harus disampaikan,”ungkapnya.

Dia mengakui, pihaknya telah turun langsung di lapangan dan menemui ada hal yang tidak beres yang tejradi di Gunung Botak, salah satunya soal adanya peredaran mrcuri di kawasan tersebut. Masalah itu kata dia akan menjadi kajian tim untuk ditindaklanjuti.

“Orang gunakan mercuri di rumah sakit saja harus ada izin resminya, apalagi di wilayah tambang yang berhubungan langsung dengan keselamatan banyak orang,”ujarnya. (AAN)

Selengkapnya Warga Buru Mengadu Masalah GB Ke Ombusmen

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *