Press "Enter" to skip to content

BNNP Maluku Sosialisasi PMP4GN Di Nusalaut

Telah Dibaca : 1195 Kali

Rakyat Maluku – MARAKNYA peredaran Narkoba di Maluku menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional Provinsi BNNP) Maluku, di mana BNNP Maluku terus melakukan kegiatan dalam rangka meminimalisir peredaran Narkotika ini.

Hal ini dibuktikan dengan dilakukan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (PMP4GN). Sosialisasi PMP4GN) kali ini dilaksanakan di Kecamatan Nusalaut, Kabupapetn Maluku Tengah (Malteng), Jumat, 27 April.

Acara dipimpin langsung Kepala BNNP Maluku Brigejn Pol Rusno Prihardito. Sebelumnya, jenderal bindatang dua disambut Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, di Desa Abubu. Kegiatan tersebut bertemakan “Hidupkan Spirit Perjuangan Ina Ata Dari Nusalaut- Maluku Untuk Indonesia”.

Wakil Bupati Marlatu Leleuri mengatakan, deseminasi informasi PMP4GN merupakan sebuah langkah serius pemerintah melalui BNNP Maluku, merupakan konsukuen dalam upaya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pihak terkait untuk bergandengan tangan dalam gerakan nasional anti narkoba.

“Saya mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan PMP4GN yang dilakukan oleh BNNP Maluku. Selain penting, tetapi berguna bagi masyarakat Kecamatan Nusalaut untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya narkoba bagi kehidupan sekaligus bagi kepentingan penguatan dan pembangunan berwawasan anti narkoba di Kabupaten Maluku Tengah,”tuturnya.

Menurutnya, Narkoba sudah menjadi ancaman global, karena ini kejahatan serius dan terorganisir dan bersifat lintas negara yang menimpa segenap lapisan masyarakat serta menimbulkan kerugian besar baik dari aspek kesehatan, sosial ekonomi,keamanan, dan ancaman hilangnya satu generasi bangsa di masa depan. Sehingga perlu diantispasi secara serius oleh seluruh kompen bangsa.

“Sebagai akibat dari kejahatan yang terorganisir dan sudah mengglobal, Indonesia saat ini sudah dalam keadaan darurat narkoba. Karena tidak ada satupun daerah di Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia ini, yang bebas dari peredaran gelap narkoba,”ucap Leleuri.

Leleuri mengungkapkan bahwa hasil penilitian pusat kesehatan Universitas Indonesia dengan BNN ditemukan penyalahgunaan narkoba terbanyak yaitu kalangan pekerja 70, sedangkan angka prevelensi penyalahgunaan narkoba secara nasional tahun 2011 naik menjadi 2,2 persen atau sekitar 3,8 juta orang. Diperkirakan angka tersebut akan semakin meningkat menjadi 2,8 persen atau sekitar 5,1 juta orang pada tahun 2015, yang mana untuk Provinsi Maluku sudah masuk dalam peringkat ke-7 penyalahgunaan narkoba dengan kisaran 27.151 jiwa dengan privelensi 1,2 persen.

“Secara khusus selaku Pemkab Malteng, saya berharap seluruh lapisan masyarakat di Nusalaut ini perlu mendapatkan informasi memadai tentang P4GN, agar masyarakat lebih mengetahui dan memiliki kesadaran, serta mampu menolak godaan narkoba. Sehingga wilayah Kecamatan Nusalaut ini bebas dari pengaruh peredaran narkoba, terutama bagi siswa-siswi yang masih duduk dibangku SD,SMP maupun SMA,” tuturnya.

Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol Rusno Prihardito, dalam materinya menjelaskan, Maluku sebagai provinsi yang pernah menempati peringkat ke-7, daerah rawan narkoba di tahun 2015, membuat BNNP Maluku terus berusaha melakukan pemberantasan masalah narkoba di Maluku serta menurunkan angka penyalah gunaan narkotika.

“Sejak resmi mendirikan kantor BNN tahun 2016 di Maluku, BNNP Maluku diperhadapkan dengan persoalan bagaimana cara mengatasi dan menurunkan posisi ketujuh, sebagai Provinsi di Indonesia yang masuk dalam daerah rawan narkoba. Berbagai cara terus dilakukan oleh BNNP Maluku baik itu mengungkap dan menangkap para pengedar maupun pengguna penyalah gunaan narkoba, tetapi juga melalui pendekatan-pendekatan persuasif kepada masyarakat di Maluku untuk bersama-sama BNNP Maluku memerangi peredaran penyalah gunaan narkoba di Maluku,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba di Maluku, BNNP Maluku berhasil mengungkap 11 kasus dengan melakukan penangkapan, assessment serta rehabilitasi kepada 16 orang para pengedaran maupun pengguna narkoba.

“Kemarin, di tahun 2015, Maluku menepati peringkat ke tujuh daerah rawan narkoba,sehingga untuk menurunkan imets buruk terhadapa Provinsi Maluku dari bahaya narkoba, melalui kerja keras dari BNNP Maluku berhasil mengungkapkan 11 kasus penyalah gunaan narkoba dengan berhasil melakukan penangkapan, assessment serta rehabilitasi kepada 16 orang para pengedaran maupun pengguna narkoba di Maluku, sehingga yang tadinya Maluku di tahun 2015 menempati peringkat tujuh daerah rawan narkoba dapat berganti posisi ke peringkat 27 di tahun 2017 kemarin,” ungkap dia.

Selain itu, BNNP Maluku juga mengusut penangan tindak pidana pencucian uang (TPPU), penyalahgunaan narkotika di Maluku yang dilakukan oleh salah seorang bandar narkotika bernama Gerald Tomatala.

“Saat ini, tim BNNP Maluku sedang mengusut penanganan kasus TPPU yang dilakukan oleh Gerald Tomatala, yang ada kaitannya dengan kampung Ambon yang ada di Jakarta,yang mengirim narkotikan untuk dijual oleh Gerald Tomatala di Maluku. Gerald Tomatala sendiri tertangkap oleh BNNP Maluku tahun 2017 kemarin di Desa Kamariang, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) karena terbukti melakukan menjual dan mengedarkan narkotika di Maluku,” pungkasnya. (AAN)

Selengkapnya BNNP Maluku Sosialisasi PMP4GN Di Nusalaut

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *