Press "Enter" to skip to content

Mantan Kadis Diknas Diduga Bohongi Kontraktor

Telah Dibaca : 7133 Kali

JAILOLO, DETEKSINEWS.com – Salah satu kontraktor di Halmahera Barat, Jhony Sius alias Ko Kui, yang juga sebagai Ketua Ranting PDI-P Desa Idamdehe, membuka tindakan tidak terpuji yangv dilakukan mantan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Halmahera Barat, Sony Balatjai, kepada dirinya. Ko Kui mengaku dimintai uang sebesar Rp 15 juta oleh Kadis Diknas dengan janji imbalan proyek tahun 2017, namun sampai yang bersangkutan lengser dari jabatan, proyek itu tidak pernah terealisasi.

Bukti transfer

Saat berbincang dengan Deteksi News, Ko Kui menceritakan, peristiwa ini bermula ketika tahun 2017 lalu, Kepala SD Idamdehe, Hermanus Kalenge dan mantan Kabid Dikdas Diknas Halbar, Catur, berencana akan ke Jakarta untuk menghadiri penandatanganan MoU di Kementerian Pendidikan Nasional. Sayangnya pada saat itu, keduanya tidak punya dana.

Kadis kemudian meminta bantuan Ko Kui agar bisa memfasilitasi Kepala SD Idam Dehe dan Kabid Dikdas itu ke Jakarta, sambil menjanjikan proyek SD Idam Dehe akan diberikan pihak ketiga.

“Saya transfer uang 15 juta ke nomor rekening atas nama Diah Barita, istrinya Catur. Dari hasil penandatangan MoU tersebut, SD Idam Dehe mendapat kucuran dana sebesar 650 juta lebih untuk membangun enam ruang kelas dan satu kantor pada tahun 2017,” kata Ko Kui.

Sayangnya kata Ko Kui, begitu proyeknya sudah ada di daerah, paket tersebut ternyata tidak dikelola oleh pihak ketiga, justru dikelola langsung oleh kepsek Idam Dehe dengan alasan swakelola.

“Kalau itu yang dijadikan alasan, kenapa ngoni pake saya pe doi? Bikiapa ngoni tara pake doi swakelola. Saya sudah bilang ke Pak Kadis, jangan sampai bukan saya yang mengerjakan proyek, namun Pak Kadis selalu memberi harapan, bahwa saya yang tetap mengerjakan paket tersebut,” jelasnya.

Tak berakhir di situ, saat Ko Kui menemui Kadis Diknas, Sony Balatjai untuk menanyakan masalah ini, Sony kembali mengumbar janji akan memberikan paket di SD Gamtala, Jailolo tahun 2018. Namun nyatanya, paket yang dijanjikan itu sudah dikerjakan orang lain.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Soni Balatjai mengaku tidak mengetahui soal kesepakatan proyek. Soni hanya mengakui dan mengetahui adanya fasilitas dari pihak ketiga terkait keberangkatan kepala sekolah dan Catur ke Jakarta. (lan)

Selengkapnya Mantan Kadis Diknas Diduga Bohongi Kontraktor

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor By :

Muhammad Ullil Fahri,S.Pd.M.TI

www.mfahri.web.id