Press "Enter" to skip to content

Artikel | Mewujudkan Asian Games Yang Bebas Asap Kebakaran Hutan

Telah Dibaca : 9847 Kali

Oleh : Maliq Abdul Rahmat )*

Kurang dari satu bulan, tepatnya 18 Agustus 2018 Indonesia akan membuka event besar pesta olahraga akbar se-Asia yaitu Asian Games 2018.

Pesta besar olahraga kali ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya bagi Indonesia yang dipercaya sebagai tuan rumah. Sekitar 15.000 atlet dari 45 negara akan bersaing memperebutkan medali emas dari 42 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Asian Games 2018 akan digelar di Jakarta sebagai pusatnya dan di Palembang. Ada 10 cabang olahraga (cabor) yang akan dilaksanakan di Palembang dari hasil kesepakatan antara Olympic Council of Asia (OCA) dan Gubernur Sumatera Selatan yaitu sepak bola, bola voli, tenis, bola basket, kano, dayung, menembak, triathlon, sepak takraw, dan panjat tebing.
Seiring antusiasme pemerintah dalam mempersiapkan Asian Games 2018, kekhawatiran akan adanya ancaman dan hambatan juga bisa datang dari berbagai lini, salah satunya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sebagain wilayah di Sumatra seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.

Beberapa ancaman titik api yang dapat menyebabkan Karhutla di sebagian provinsi rawan sepeti Sumsel, Jambi, dan Riau ditakutkan akan kembali terjadi di sebagian wilayah Sumatera menjelang Asian Games. Gangguan kepulan asap tebal akibat karhutla menjadi fokus hambatan penyelenggaraan Asian Games di Palembang.

Masalah kebakaran yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra dua atau tiga tahun silam sempat menjadi warning bagi pemerintah maupun masyarakat.

Hampir seluruh aspek strategis seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun kerugian hayati alam Indonesia tidak lepas adanya kasus kebakaran hutan yang luas.
Berdasarkan data Kemenkes 2015, Kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap juga telah berkontribusi terhadap kematian 19 orang dan lebih dari 500 ribu kasus infeksi saluran pernafasan akut. Biaya kesehatan langsung mencapai 2,1 triliun rupiah, sedangkan biaya jangka panjangnya belum dapat diukur.

Untuk mengantisipasi adanya ancaman karhutla, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah membentuk tim terpadu dengan melibatkan Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, pihak swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan aparat desa. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapakan upaya KLHK untuk mendukung Asian Games bebas asap karhutla sudah dilakukan sejak bencana kebakaran hutan beberapa tahun lalu dengan upaya pencegahan hingga pemadaman, termasuk patroli dilakukan tiap hari serta mengajak masyarakat menjaga bersama-sama hutan di Sumatra.

Raffles B. Panjaitan juga menegaskan bahwa KLHK saat ini telah menyiagakan dan sudah mengoperasikan Manggala Agni di 11 Provinsi rawan kebakaran dalam 34 daerah operasi dengan kekuatan personel sekitar 1.889 yang telah dilengkapi dukungan sarana prasarana pengendalian Karhutla.

Tidak hanya itu, di Sumsel KLHK juga menyiagakan lima Brigade Pengendalian kebakaran hutan yang ada di Balai Konservasi Sumber daya alam dan Taman Nasional, serta dalam KPH.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui patroli terpadu pencegahan Karhutla di 300 posko desa di 8 provinsi rawan. Dalam kegiatan ini melibatkan unsur Manggala Agni KLHK, TNI, POLRI, pemerintah daerah dan masyarakat desa.

KLHK juga menyiagakan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sudah dibentuk dan sampai saat ini dalam pembinaan KLHK dengan jumlah 9.963 personil di seluruh Indonesia. Khusus untuk Palembang yang akan menjadi venue pelaksanaan Asian Games, KLHK juga telah membentuk Posko Satgas Penanganan Karhutla dari tingkat desa hingga provinsi.

Upaya pencegahan dan mitigasi juga dilakukan oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasuition yang menjelaskan bahwa kedepan pihak Kementeriannya akan melakukan upaya mitigasi pencegahan karhutla dengan memberikan pengarahan dan pendampingan langsung pihak kementerian dan lembaga terkiat kepada para petani sawit yang ingin membuka lahan dengan cara tidak membakar lahan.
Sedangkan di Kab. Rokan Hilir, Riau, sebanyak 10 helikopter dengan tipe MI-172 milik BNPB dikerahkan untuk menjatuhkan boom air diatas lahan seluas 10 hektare. BMKG Pekanbaru dalam sepekan terkahir mendteksi 17 titik api yang mengindikasikan ancaman kebakaran hutan.

Langkah antisipasi juga dilakukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menghadapi ancaman karhutla. Sebagai bentuk pencegahan dan mitigasi, satgas ini akan dilengkapi alat pantau untuk memantau kondisi hutan dan titik-titik api.

Dengan bebagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi ancaman asap kebakaran hutan menjelang Asian Games di Palembang, Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir meyakini dampak karhutla tidak akan memengaruhi jalannya Asian Games. Oleh karenanya, dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir atas ancaman tersebut.

Berbagai upaya mitigasi yang dilakukan instansi pemerintah maupun sektor swasta dalam menghadapi kebarakan hutan tersebut tentu tidak akan maksimal tanpa kontribusi nyata dari elemen masyarakat. Oleh sebab itu, peran serta masyarakat untuk ikut menjaga kawasan hutan dan mencegah terjadinya kasus Karhutla menjadi sangat penting dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018 sekaligus menjaga nama baik Indonesia di level internasional.

)* Penulis adalah Mahasiswa Lancang Kuning Pekanbaru

Selengkapnya Artikel | Mewujudkan Asian Games Yang Bebas Asap Kebakaran Hutan

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT CONSULTAN

www.mfahri.web.id

Visit Now