Press "Enter" to skip to content

Lebih Dekat Dengan Dr Leonardus Tumuka (2)

Telah Dibaca : 5593 Kali
DR Leonardus Tumuka.(Foto-Ant)

Anak Pencari Ikan Jadi Doktor Pertama Suku Kamoro 


SEUSAI menamatkan pendidikan di SD Inpres Koperapoka pada 1999, Leo Tumuka melanjutkan studi ke SMP YPPK Santo Bernadus Timika hingga selesai pada 2002.

Pada 2002, Leo Tumuka bersama 72 anak Papua mendapatkan bantuan beasiswa dari Direktorat Pendidikan Menengah Umum Kemendikbud untuk melanjutkan pendidikan SLTA di Jawa.

Leo bersama empat putra-putri Papua ditempatkan di sekolah SMA Negeri 2 Madiun, Jawa Timur.

“Saat bersekolah di SMA Negeri 2 Madiun, saya dan teman-teman Papua benar-benar digembleng. Di situlah kami merasakan bedanya pendidikan di Papua dan luar Papua, terutama di Jawa,” katanya.

Usai menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 2 Madiun pada 2005, Leo melanjutkan studi ke Universitas Pasudan, Bandung, Jawa Barat dan menyelesaikan studinya pada Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik pada 2009.

Dengan bantuan beasiswa dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), Leo Tumuka kemudian melanjutkan studi strata dua pada Universitas Katolik Soegiyapranoto Semarang hingga selesai pada 2011.

“Pendidikan strata dua hingga strata tiga saya sepenuhnya dibantu oleh LPMAK. Terima kasih kepada LPMAK yang sudah memperhatikan pendidikan anak-anak Suku Kamoro, Amungme dan lima suku kekerabatan di Mimika,” ujar Leo.


Harus Sekolah

Leo Tumuka mengajak dan memotivasi generasi muda Papua terutama dari Suku Kamoro, Mimika untuk sekolah agar mereka bisa sukses meraih impian di masa depan.

Sebagai doktor pertama di kalangan Suku Kamoro, Leo Tumuka mengaku memikul tanggung jawab besar bagaimana memotivasi anak-anak Kamoro yang lain supaya lebih banyak lagi yang berhasil dalam pendidikannya.

Keterlibatan berbagai komponen baik pemerintah, perusahaan, LPMAK maupun gereja, diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak lagi generasi muda Kamoro yang cerdas untuk bisa mengelola sumber daya alam yang berkelimpahan di Mimika,” harapnya.

“Kemanapun saya pergi, saya selalu mengingatkan masyarakat saya untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Kalau semakin banyak orang cerdas maka kita tidak akan susah membangun daerah. Yang bisa mengelola kekayaan alam yang berlimpah ini hanya orang-orang yang pintar. Bagaimana mau pintar, kalau tidak mau bersekolah,” kata Leo Tumuka.

Hingga kini Leo Tumuka masih sering diminta oleh LPMAK melalui Yayasan Binterbusy Semarang untuk memberikan motivasi kepada anak-anak Papua yang sedang menempuh pendidikan di Kota Semarang.

Leo juga terlibat di Yayasan Yuamako untuk membantu pendidikan anak-anak lima Daskam yang terkena dampak langsung pembuangan tailing PT Freeport yaitu Koperapoka, Nayaro, Nawaripi, Tipuka, dan Ayuka.

Kini, terdapat 460-an anak lima Daskam yang mendapatkan beasiswa pendidikan di berbagai lembaga studi mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.

Ia juga berharap generasi muda Mimika, terutama dari Suku Kamoro mengambil peran aktif dalam membangun masyarakat dan daerahnya agar bisa lebih maju.

“Para pemuda tidak bisa hanya berpangku tangan menunggu bantuan dari pemerintah atau pihak lain. Sekarang bukan lagi zaman kita bersantai, tapi pemuda harus bekerja keras dan bangkit bersama saudara-saudara yang lain untuk membangun masyarakat,” ajak Leo.

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-80 tahun ini, Leo Tumuka berpesan agar para pemuda Indonesia terus menggelorakan semangat persatuan dan persatuan dengan mengenyampingkan berbagai perbedaaan adat-istiadat, budaya, agama, suku dan golongan.

“Tantangan kita dewasa ini semakin berat, terutama bagaimana menjadikan perbedaan itu sebagai ramhat untuk kita saling memperteguh dan memperkuat jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Mari kita bersama-sama mengambil peran aktif untuk membangun bangsa dan masyarakat kita agar menjadi bangsa yang makmur, dimana masyarakatnya bisa hidup rukun, damai, adil dan beradab,” harap Leo Tumuka. (Evarianus Supar/Ant/Habis)

Selengkapnya Lebih Dekat Dengan Dr Leonardus Tumuka (2)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *