Press "Enter" to skip to content

Masyarakat Diimbau Stop Sebar Foto Pembunuhan di Kwamki Narama

Telah Dibaca : 5119 Kali
Petugas kepolisian berjaga-jaga amankan situasi..(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Plh Kapolres Mimika, AKBP Fernando S. Napitulu mengimbau kepada masyarakat agar berhenti menyebarkan foto tewasnya tukang ojek, almarhum Amran (31) di Kwamki Narama, Kamis (1/11). Hal itu agar tidak memberikan dampak psikologi kepada keluarga korban maupun kerabat lainnya.
Pasalnya, menurut Kapolres, foto kasus pembunuhan yang diduga menggunakan benda tajam (Sajam) itu, telah dibagikan sejumlah masyarakat melalui media sosial yang bermaksud memperlihatkan kekejaman pelaku.
“Berhenti menyebarkan itu. Bersosmedlah dengan bijak. Bagaimana jika anaknya melihat foto itu? Kita semua turut berduka. Sehingga masyarakat jangan memberikan luka mendalam kepada keluarga korban, juga tidak memperburuk situasi,” ujarnya ketika ditemui Salam Papua disela-sela pengawalan persiapan pengantaran jenazah Amran, di gerbang pintu masuk RSUD Mimika, Kamis malam.
Ia mengatakan, selain kepada pihak korban, terpaparnya foto-foto itu memberi dampak negatif (melihat foto kekerasan) yang bisa saja hampir sama dengan dampak ketika kita melihat langsung kejadian itu di depan mata.
“Kita seakan-seakan bisa membayangkan adegan yang terjadi. Bisa merasa ketakutan, bermimpi buruk, dan lainnya,” katanya.
Meski foto yang disebar untuk mengajak agar masyarakat dapat berhati-hati, tetapi akan berdampak buruk bagi yang melihatnya. Untuk itu, ia meminta agar keluarga maupun pihak terkait agar tidak terprovokasi dengan adanya oknum tertentu yang bisa saja sengaja mau memperkeruh situasi dengan memanfaatkan kejadian ini.
“Kita tetal berupaya, beri waktu untuk mengungkap. Sudah kita bentuk tim untuk mengungkapkam itu dan hasilnya akan kita sampaikan. Untuk itu, jangan gampang di provokasi dengan orang tertentu. Mari terus jaga kondisi ini,” ujar Kapolres.
Guna mengantisipasi gangguan keamanan terkait peristiwa ini, Polres Mimika telah menempatkan aparat keamanan pada sejumlah titik tertentu yang dianggap berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
“Titik koordinatnya di Miru (Mimika Baru). Dan patroli terus dimaksimalkan,” katanya. (Salma) 

Selengkapnya Masyarakat Diimbau Stop Sebar Foto Pembunuhan di Kwamki Narama

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *