Press "Enter" to skip to content

Siswa SD Ebenhaizer Berjalan Kaki Ikut Demo, Tolak Pergantian Kepsek

Telah Dibaca : 6023 Kali
Para siswa memegang poster menolak penggatian Kepsek YPK.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) –  Para siswa Sekolah Dasar (SD) Ebenhaizer Timika ikut melakukan aksi  demo damai menolak pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) dengan berjalan kaki.

Pantauan Salam Papua, meski berjalan dibawah terik matahari, para siswa bersama guru-guru akhirnya tiba di Kantor Klasis GKI Mimika, Jalan Ahmad Yani, Rabu (31/10) dan membentangkan spanduk dan poster bertuliskan “Tolak Pengganti Kepala Sekolah SD YPK dan SMP YPK Ebenhaizer”.
Kedatangan para siswa tersebut membuat kaget pihak Klasis GKI bahkan salah seorang pendeta memprotes lantaran tidak menerima melihat siswa berseragam lengkap sekolah, dilibatkan dalam demo tersebut, meski juga terdapat orangtua yang ikut mengawal anaknya.
“Tidak baik begini. Kalian bikin malu gereja. Jangan libatkan anak-anak yang seharusnya berada dalam sekolah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kabag Ops Polres Mimika, Andyka Aer. Dimana, tindakan dengan melibatkan anak-anak sekolah adalah salah. Selain itu, aksi demo damai tersebut tidak ada pemberitahuan.
“Saya minta agar anak-anak segera dipulangkan dan balik ke sekolah karena dari pihak sekolah tidak punya ijin melakukan aksi ini, apalagi melibatkan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Para siswa SD kemudian diarahkan masuk ke dalam gedung gereja untuk beristirahat  kemudian dipulangkan ke sekolah menggunakan bus Polres Mimika.
Adapun dalam demo tersebut, pendidik dan tenaga kependidikan SD dan SMP YPK Ebenhaizer meminta penjelasan kepada pihak pengurus YPK dan Klasis GKI Mimika terkait rencana pengangkatan kembali mantan Kepala Sekolah SD YPK Ebenhaezer, FP untuk menggantikan Kepala Sekolah SD saat ini, Yosep M Iha, STh.
Berikut isi tuntutan para pendidik SD dan SMP YPK Ebenhaezer. Pertamamenolak FP kembali memimpin SD YPK Ebenhaizer. Kedua, menolak calon pengganti Kepala Sekolah SMP YPK Ebenhaizer . Tiga, mencopot jabatan Kepala Sekolah TK YPK Ebenhaizer. Empat, memberhentikan pengurus sekolah wilayah (PSW) YPK Kabupaten Mimika. 

para siswa dipulangkan menggunakan bis Polres Mimika.(Foto-Salma)

Kepsek SD YPK Ebenheizer, Yosep M Iha mengatakan, penggantian kepsek tersebut dilakukan sepihak, dimana tidak sesuai dengan AD-ART YPK di Tanah Papua. Dimana, seharusnya pergantian dilakukan setelah empat tahun masa menjabat, sementara dirinya baru dua tahun.
Selain itu, pengganti kepsek yakni FP, diakuinya merupakan mantan kepala sekolah yang dipecat lantaran ada beberapa permasalahan tindak kriminal yang sebelumnya dilakukan.
“Saya mau orang lain yang menggantikan saya. Ini tidak sesuai AD-ART YPK di Tanah Papua. Dia punya kasus kejadian sudah dua tiga tahun lalu, dia punya masalah dengan guru, istrinya pernah memukul guru. Itu semua pernah diselesaikan kepolisian dan dewan adat,” ungkapnya.
“Saya bukan bertahan supaya saya jadi kepala sekolah, tapi kami mau orang lain yang menggantikan, karena kalau penggantian mantan kepala sekolah lagi berarti ini keputusan sepihak pihak YPK ini tidak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga YPK di tanah Papua,” ujar Yosep.
“Kita sayang YPK, jangan sampai diduduki orang seperti itu,” imbuhnya.
 “Jika itu tidak dilakukan, akan ada korban, kedepan mereka sewenang-wenang mengambil keputusan yang salah. Harus kita ambil langkah.  Saya sampaikan ke guru-guru dan orang tua, kita korban satu hari saja untuk menyampaikan aspirasi ke GKI,” ujarnya.
Yosep mengaku pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan YPK. Namun, pihak yayasan tetap akan mengganti kepala sekolah SD.
“Ketua PSW yang baru punya hubungan keluarga dengan yang bersangkutan hingga dipaksa harus menjadi kepala sekolah, kita sudah tolak disetiap pertemuan yang dilakukan. Ini sudah langkah terakhir, saya terima apapun hasilnya yang penting aspirasi ini sudah disampaikan,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua GKI Klasis Mimika, Pdt Yance Numberi mengatakan, pihaknya tetap melihat apa yang menjadi keinginan pihak sekolah. Isu mengenai pergantian kepala sekolah SD sendiri akan segera ditindak lanjuti. Pihak PSW dan Klasis GKI selalu melakukan koordinasi dengan sekolah mengenai apapun permasalahan yang terjadi  di lingkungan sekolah. Namun, untuk urusan pergantian jabatan kepala sekolah, menjadi ranah pihak yayasan.
“Kami gereja dan yayasan selalu bicara, kalau masalah pergantian kepala sekolah, kami tidak mau ikut campur, ini teknis, sudah menjadi urusan yayasan, mereka sifatnya menyampaikan, kami tidak boleh mencampuri, itu adalah lembaga yang mengurus hal itu, yayasan,” imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya menyayangkan aksi demo dengan melibatkan para siswa itu sebernarnya cukup mencoreng wibawa GKI.
“Kepala sekolah dan guru-guru yang telah melibatkan murid untuk aksi demo akan kami panggil dan diberikan nasehat khusus,” ungkapnya.
Yance mengatakan, meski Klasis GKI di Tanah Papua adalah tempat untuk menyampaikan argumen dan pendapat, tetapi melibatkan para siswa adalah salah.
“Dikhawatirkan setelah mengikuti demo ini, maka anak-anak akan melakukan hal yang sama pada guru-guru mereka,” ujarnya. (Salma)

Selengkapnya Siswa SD Ebenhaizer Berjalan Kaki Ikut Demo, Tolak Pergantian Kepsek

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *