Press "Enter" to skip to content

Jarot Tutup Porseni PGRI Kabupaten Sintang 2018

Telah Dibaca : 2840 Kali

Sintang,Media Kalbar
Bupati Sintang menutup rangkaian pekan olahraga dan seni (porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sintang Tahun 2018 dengan tema meningkatkan profesionalisme anggota PGRI melalui pengembangan sportivitas, kreativitas, dan cinta budaya untuk mewujudkan revolusi mental bangsa di Aula Gedung PGRI Sintang Kamis (1/11/18) pagi. Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Provinsi Kalbar Kadri, Pengurus PGRI Kab. Sintang, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, para peserta porseni dari 14 Kecamatan di Kabupaten Sintang dan tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut Jarot mengungkapkan bahwa pentingnya kegiatan porseni ini karena menggabungkan antara olahraga dan kesenian guna memperhalus jiwa, fisik dan budi pekerti para guru secara khusus di Kabupaten Sintang dan juga porseni ini merupakan wadah silaturrahmi untuk saling bertukar pengalaman, bertukar pikiran, menggalang solidaritas dan lainnya sesama guru. “jadi porseni ini pas menggabungkan kegiatan olahraga dan kesenian, seni dan agama itu mengetuk pintu hati yang sama, sebagai guru kita diajarkan untuk menjaga moral dan akhlak generasi muda kita supaya baik, tentu kita sebagai guru di isi dengan ajaran moral dan akhlak yang baik”kata Jarot.
Selain itu kata jarot profesi guru itu merupakan satu kemuliaan, martabat dan gengsi untuk itu dirinya meminta para guru di Kabupaten Sintang harus menjaga kehormatan profesinya sebagai guru, terlebih di era millenial ini di mana era teknologi serba instan dan cangih salah satunya tumbuh kembangnya media sosial yang bisa menimbulkan hal buruk dan baik,oleh karenanya itu harus di jaga. “kalau sampai kita ndak benar perbuatan, tingkah laku, pikiran bahkan postingan di medsos itu bisa merendahkan martabat kita sebagai guru, untuk itu dijaga meskipun guru di sebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sehingga tugas guru itu lebih berat dari yang lain, orang lain boleh berbuat salah guru ndak boleh, karena kan guru itu di gugu dan di tiru”tutup Jarot.
Sementara itu Wakil Ketua PGRI Kabupaten Sintang Edy Sunaryo mengatakan kegiatan Porseni PGRI ini sudah dilaksanakan di Tingkat Kecamatan dan hari ini merupakan hari puncak kegiatan untuk tingkat Kabupaten yang mana di ikuti oleh perwakilan dari masing-masing 14 Kecamatan di Kabupaten Sintang yang mana langsung di lakukan penyerahan bagi para pemenang lomba rangkaian kegiatan porseni. “nanti yang juara satu akan mewakili Kabupaten Sintang untuk tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Ketapang nantinya, untuk itu kami nanti minta Pak Bupati melepas kontingen kita ke Ketapang nantiya”kata Edy yang juga merupakan Kepala Sekolah SMA 1 Sintang.
Dalam kesempatan itu Edy menyampaikan kepada Bupati bahwa jumlah Guru dari tingkat SD sampai dengan tingkat SLTA di Kabupaten Sintang hampir mencapai 6000, namun dari 6000 tersebut yang berstatus PNS hanya sekitar 3000 guru dan sisanya adalah non PNS dan juga sebagian kecilnya berstatus guru kontrak, sementara kebijakan Pemerintah Pusat terkait pengelolaan dana BOS untuk memberikan insentif kepada guru non PNS atau honor itu sangatlah kecil terutama bagi guru-guru yang di daerah pedalaman baik itu guru SD, SMP dan SMA. “jadi kita dengan anggaran yang ada saat ini sangat sulit untuk menghargai guru yang harus Sarjana dengan konsentrasi ngajar penuh sementara insentif yang mereka dapatkan sangat-sangat kecil, saya pernah tanya dengan salah satu guru honor bahwa satu bulan itu hanya 350.000 rupiah dan itu pun kadang-kadang 3 bulan sekali baru keluar, inilah yang terjadi”ungkap Edy.
Oleh karena itu edy meminta baik kepada Pemerintah Kabupaten dan Provinsi bahkan Pemerintah Pusat untuk memperhatikan dan memberikan solusi masalah-masalah tersebut sehingga guru itu merasa di perhatikan oleh Pemerintah, terlebih guru itu di tuntut untuk menciptakan generasi bangsa yang hebat dan cerdas namun dari segi kesejahteraan guru kurang di perhatikan terutama guru-guru non PNS, sehingga apa pun kebijakan yang di laksanakan oleh Sekolah harus di dukung oleh Pemerintah dan masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di dunia hukum. “sebab kalau sekarang ini kalau sedikit narik iuran untuk bayar guru honor katanya pungli, kepala sekolah bingung guru satu sekolah hanya dua orang sementara muridnya enam kelas, anggaran untuk bayar gajih guru honor itu hanya sedikit, sehingga inikan menjadi persoalan, untuk itulah perlu perhatian Pemerintah”pangkas Edy.(Martin)

Selengkapnya Jarot Tutup Porseni PGRI Kabupaten Sintang 2018

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *