Press "Enter" to skip to content

16 Nelayan Asal Indonesia di Tahan Angkatan Laut Myanmar

Telah Dibaca : 1766 Kali

Menurut keterangan, KBRI Yangon kapal yang diawaki 16 anak buah kapl (ABK) asal Indonesia ditahan  Angkatan Laut (AL) Myanmar di Kawthaung, provinsi Tanintharyi, Myanmar bagian selatan. 
 
Informasi ini sekaligus menjawab berita sebelumnya yang bersumber dari Aceh bahwa 16 nelayan ditahan militer Thailand.
 
"Penahanan kapal sejauh ini karena masalah imigrasi (masuk ke perairan Myanmar tanpa izin). Dugaan adanya 1 ABK meninggal masih simpang siur dan belum dapat dikonfirmasi oleh otoritas Myanmar," sebut keterangan pers KBRI Yangon kepada kepada kumparan, Jumat (9/11).
 
KBRI Yangon menyebut mereka telah melakukan komunikasi dengan Kepala Polair Kawthaung, yang membenarkan penahanan kapal dan awaknya namun belum memberikan informasi secara detail.
 
Selain polair, koordinasi juga dilakukan dengan pihak Kepolisian Laut Myanmar dan Kementerian Luar Negeri Myanmar. Saat ini, KBRI tengah berupaya mendapatkan akses kekonsuleran. 
 
"Hari ini (9/11) KBRI telah menyampaikan nota verbal ke Kemlu Myanmar. Saat ini 16 ABK ditahan di Kantor Polisi Kawthaung," jelas keterangan pers KBRI Yangon.
 
Mereka menambahkan, sambil menunggu konfirmasi dari Kemlu Myanmar, rencananya tim KBRI Yangon akan berangkat menuju kota Kawthun melalui jalan darat untuk dapat menemui belasan WNI tersebut.
 
"Diperkirakan pertemuan dengan 16 ABK baru akan berlangsung besok sore (10/11)," papar mereka.
 
kumparan telah menghubungi pihak direktorat perlindungan WNI Kemlu untuk memastikan upaya dari pemerintah pusat membantu membebaskan para ABK yang ditahan, namun hingga kini, pihak Kemlu belum memberikan keterangan.
 
 

Selengkapnya 16 Nelayan Asal Indonesia di Tahan Angkatan Laut Myanmar

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *