Press "Enter" to skip to content

Gas 3 Kg Langka, Orang Kaya Jangan Ikut Antre

Telah Dibaca : 1115 Kali

Penulis : Raini
Editor : Dora

Aktifitas salah satu pangkalan gas di Batanghari.

INFOJAMBI.COM — Gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Tanjab Barat akhir-akhir ini sulit didapat. Kalaupun ada, harganya mencapai Rp 30 ribu per tabung.

Pihak Dinas Perindag Tanjab Barat mengingatkan warga mampu tidak ikut membeli gas “melon” itu.

Kadis Perindag Tanjabbar, Safriwan mengatakan, gas elpiji bersubsidi itu peruntukannya khusus. Masyarakat mampu jangan ikut membelinya.

“Orang kaya tidak usahlah ikut-ikutan antre, agar tidak terjadi kelangkaan,” kata Safriwan, Jumat (9/11/2018).

Untuk mengatasi kelangkaan, kata Syafirwan, pihaknya sudah menerapkan aturan penggunaan Kartu Keluarga (KK). Pembeli gas bersubsidi mesti menunjukan KK.

“Tujuannya supaya yang mendapatkan elpiji bersubsidi benar-benar warga yang berhak menerimanya,” jelas Syafriwan.

Pemilik pangkalan elpiji, Mustanir Busro, pernah diprotes warga, karena menolak memenuhi permintaan pelansir dari luar wilayah pangkalannya.

“Dia mengancam akan melaporkan saya. Saya bilang elpiji ini untuk warga sekitar sini,” kata Mustanir yang akrab dipanggil Pakde Tanir.

Menurut Mustanir, jika stok sudah memenuhi kebutuhan warga tiga RT sekitar pangkalannya, barulah kemudian dijual ke warga yang berdatangan dari RT lain.

“Saya tidak tega juga kalau ada yang datang dari jauh ingin membeli gas di tempat saya. Terpaksa saya kasih. Pembeli ada yang bisa mengerti, ada juga yang memaksa,” ujarnya.

Pernah kejadian, pangkalan Mustanir kebagian 250 tabung elpiji 3 kg. Pangkalannya langsung diserbu pembeli. Dalam hitungan menit, 200 tabung ludes.

Mustanir akhirnya menyetop penjualan. Dia menyisakan 50 tabung untuk cadangan bagi warga sekitar. Namun tindakan itu diprotes keras oleh warga di luar pangkalannya.

“Gas masuknya seminggu sekali. Saya cadangkan untuk warga sekitar sesuai daftar warga yang ada di buku saya,” jelas Mustanir. ***

Selengkapnya Gas 3 Kg Langka, Orang Kaya Jangan Ikut Antre

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *