Press "Enter" to skip to content

Pangkalan Melon Ini Bandel, Warga: Barusan Gas Datang Masih Ada Mobil Tapi Sang Pemilik Bilang Habis

Telah Dibaca : 2030 Kali

SIAK, datariau.com – Sulitnya untuk mendapatkan Gas Bersubsidi di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak beberapa waktu belakangan ini.  Terkhusus bagi sebagian warga yang berada di wilayah Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang.
Kejadian ini diduga dampak kurangnya pengawasan dari pihak terkait dalam mengatasi kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg tersebut. Sehingga ada beberapa pangkalan yang diduga masih saja membandel dengan cara menimbun, bahkan menjualnya kebeberapa konsumen atau usaha kecil (warung) dengan jumlah lebih dari satu tabung.
Menurut informasi yang beredar di masyarakat saat itu ketika hendak membeli Gas Elpiji 3 Kg disalah satu pangkalan yang berada di Jalan Panglima (Sukaramai). Dan saat itu warga tersebut hingga tidak kebagian jatah, dan diketahui pula warga itu hanya membeli 1 tabung untuk kebutuhan sehari-seharinya didapur. 
“Barusan gas datang, masih ada mobil tapi sang pemilik bilang gasnya habis. Setelah saya periksa kedalam ternyata masih ada, tapi pemilik tak mau mengasih,” kata warga yang enggan disebutkan namanya itu menyampaikan kepada datariau.com, Kamis (15/11/2018) sekira pukul 10.00 WIB, melalui pesan singkat WhatsApp.
Berdasarkan keterangan warga tersebut, ia menjelaskan, saat dirinya hendak membeli 1 tabung kepada pihak pangkalan itu, justru warga tersebut mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pemilik Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg saat itu.
“Saya mintak 1 aja, dia malah berkata kasar, saat itu satu persatu masyarakat datang tapi pulang dengan tabung kosong. Tadi waktu saya masuk masih ada di timpa pakai tabung yang kosong bang,” ungkapnya.
Dilain pihak, berdasarkan keterangan salah satu warga lain bernama Via Aura kesal terhadap pemilik Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg UD Maredan Jaya, Jalan Panglima (Sukaramai) saat itu juga mengatakan, bahwasanya gas telah habis. 
Menurut pengakuan Via lagi, yang mengetahui bahwa mobil yang melansir (membawa) gas ke pangkalan tersebut baru saja selesai bongkar (merunkan) ke Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg UD Maredan Jaya saat itu.
“Tadi saya mau beli gas di pangkalan yang di Sukaramai, mobilnya aja masih berdiri disana, masa' dibilang sudah habis dan tadi ada ibuk-ibuk ngak percaya dilihatnya lah di dalam gudang (kedainya) itu dan ternyata masih banyak yang ditimbunya pakai tabung gas kosong,” ungkap Via.
Hal senada juga di ungkapnya, saat itu pemilik Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg tersebut juga melontarkan (ngomong) juga tidak sopan. Ia menjelaskan, pemilik pangkalan tersebut terbilang kasar. “Dan orang jualan gasnya itu ngomongnya ngak sopan sama sekali kasar, masa' ke orang lebih tua dia ngomong pakai kau aja bang. Dan lebih di utamakannya orang yang menbeli gas pakai keranjang bang yang gasnya dalam jumlah banyak, padahal kita beli pakai kartu dan kartunya pun di beli juga sebesar Rp5000,” imbuh Via kesal.
Kemudian awak media mencoba mendatangi pangkalan untuk memastikan sekaligus mempertanyakan perihal kabar yang beredar di masyarakat saat itu. Awak media menemui seorang pria dengan mengenakan singlet (kaos) yang lagi duduk santai didepan teras sebelah pangkalan itu. 
Diketahui sehari-hari pria tersebut sering membantu proses jual beli di pangkalan itu, diduga pria ini memiliki hubungan keluarga (saudara) cukup dekat dengan pemilik pangkalan tersebut. Untuk menggali informasi atas laporan masyarakat yang tidak mendapat bagian (jatah) tersebut kemudian awak media langsung mempertanyakan hal itu kepada pria tadi.
Namun, pria tersebut berdalih dan mengatakan kalau gas yang berada didalam gudang itu akan digunakan untuk berjualan. Akan tetapi, posisi gudang saat itu dalam keadaan terkunci rapat.
“Ada didalam gudang itu 3 buah tabung lagi, itu untuk dipakai jualan. Sekali masuk itu cuma 250 tabung yang masuk ke pangkalan, ada pun orang lewat mau beli tetap kita kasih, kalau dijual pakai keranjang tidak ada,” dalih pria itu dan saat ditanya namanya siapa ia pun menolak memberitahukan namanya kepada datariau.com, Kamis (15/11/2018) malam. Dan mengelak kalau pemilik pangkalan keluar.
Kemudian tak berselang berapa lama tiba-tiba datang salah seorang konsumen yang tidak diketahui persis namanya mengendarai sepeda motor merk Yamaha Jupiter Z menghampiri pekerja yang sekaligus diduga masih ada hubungan keluarga dari pemilik pangkalan Gas Elpiji 3 Kg tersebut.
Dikarenakan awak media masih menggali informasi dan meminta keterangan dari yang bersangkutan diduga memberikan kode kepada pelanggan tersebut untuk sementara waktu meninggalkan pangkalan itu.
Selanjutnya, awak media mencoba menghindari pangkalan itu dan mengintai dari kejauhan. Tak lama berselang konsumen yang tadi datang dan pergi, akhirnya kembali lagi dan menghampiri pangkalan tersebut dan awak media mencoba mendekati. Namun lagi-lagi pria itu mengelak dan mengatakan gas sudah habis.
“Tak ada lagi gas bang, itu sudah saya bilang tak ada gas. Masuk cuma 250 tabung, mana pernah kita jual pakai keranjang, yang biasa menjual pakai keranjang itu asal abang tau itu pangkalan yang berada di Jalan Industri (belakang Polsek),” tuduh pria itu dengan dibantu seorang wanita yang keluar dari salah satu rumah disebelah pangkalan tersebut, Kamis (15/11/2018) malam.

Selengkapnya Pangkalan Melon Ini Bandel, Warga: Barusan Gas Datang Masih Ada Mobil Tapi Sang Pemilik Bilang Habis

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT CONSULTAN

www.mfahri.web.id

Visit Now