Press "Enter" to skip to content

Perut Terasa Mulas Setelah Minum Kopi, Inilah Penyebabnya!

Telah Dibaca : 1828 Kali

DATARIAU.COM – Bagi sebagian orang meminum kopi merupakan agenda yang tidak boleh dilewatkan. Bukan hanya mengandung kafein, namun kopi juga penuh dengan antioksidan dan nutrisi yang bermanfaat.

Sayangnya, bagi beberapa orang, kopi juga membuat salah satu bagian tubuh mereka ikut bereaksi. Satu penelitian menunjukkan kalau 29 persen dari partisipan perlu untuk menggunakan kamar kecil dalam kisaran 20 menit setelah minum kopi. Kenapa ya?

1. Kafein bisa membuat usus besar berkontraksi

Kopi adalah salah satu sumber kafein terbaik di planet ini. Kafein adalah stimulan alami yang membantumu untuk tetap waspada. Satu cangkir kopi yang diseduh mengandung kira-kira 95 mg kafein. Sementara kafein adalah pendorong energi yang besar, kafein juga bisa merangsang dorongan untuk buang air besar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ia bisa mengaktifkan kontraksi di usus besar.

Kontraksi dalam usus akhirnya mendorong isi ke arah rektum, yang merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan. Penelitian telah menunjukkan bahwa kafein membuat usus besar 60 lebih aktif daripada air dan 23 persen lebih aktif daripada kopi tanpa kafein. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein juga bisa merangsang dorongan untuk buang air besar. Ini artinya, kontraksi di usus besar ini bukan sepenuhnya karena kafein namun juga karena kandungan lain dalam kopi.

2. Kopi juga bisa menstimulasi hormon

Kopi juga terbukti merangsang hormon yang membantu mendorong makanan melalui usus. Ia bisa meningkatkan kadar hormon gastrin. Seperti kafein, gastrin membuat usus besar lebih aktif. Satu studi menemukan bahwa minum kopi biasa atau kopi tanpa kafein meningkatkan kadar gastrin masing-masing 2,3 dan 1,7 kali, dibandingkan dengan air putih.

Terlebih lagi, kopi dapat meningkatkan kadar hormon pencernaan cholecystokinin (CCK). Tidak hanya hormon ini dapat meningkatkan pergerakan makanan melalui usus besar, tetapi juga terkait dengan refleks gastrocolic, yang membuat usus besar lebih aktif.

3. Susu dan Krim di dalamnya juga bisa memicu pergerakan pencernaan

Kopi yang baru diseduh secara alami bebas dari aditif dan pengawet. Namun, sekarang banyak jenis-jenis kopi yang bercampur dengan susu, gula, krim dan zat aditif lainnya. Secara khusus, susu dan krim bisa meningkatkan gerakan usus, karena mengandung laktosa.

Hampir 65 persen orang di seluruh dunia tidak dapat mencerna laktosa dengan benar. Orang yang tidak bisa mencerna laktosa atau yang biasa dikenal dengan lactose intolerant mengalami gejala seperti kembung, kram perut atau diare segera setelah mengkonsumsi susu. Ini berarti laktosa bisa memicu dorongan untuk buang air besar.

4. Apakah kopi bisa membuat semua orang buang air besar?

Menurut satu studi terkemuka tentang topik ini, 29 persen peserta mengalami peningkatan dorongan untuk buang air besar dalam dua puluh menit setelah minum kopi. Anehnya, 53 persen dari semua wanita dalam penelitian dipengaruhi oleh dorongan ini.

Wanita mungkin lebih rentan terhadap gejala ini, karena kondisi pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS) lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Karena itu, keinginan untuk buang air besar setelah minum kopi tidak mempengaruhi semua orang. Belum jelas juga apakah rasa mulas itu akan memudar seiring dengan semakin rutinnya konsumsi kopi.

Selengkapnya Perut Terasa Mulas Setelah Minum Kopi, Inilah Penyebabnya!

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT CONSULTAN

www.mfahri.web.id

Visit Now