Press "Enter" to skip to content

Rumah Wakil Ketua KPK Dilempar Bom Molotov

Telah Dibaca : 4992 Kali
Rumah Wakil Ketua KPK, Laode Muhamad Syarif dilempar Bom Molotov.(Foto-Istimewa)

SAPA (JAKARTA) – Rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42, Jakarta Selatan, dilempar bom molotov, Rabu (9/1).
Seperti dikutip dari Kompas.id, saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara di kediaman Laode. Polisi juga mengamankan botol air mineral berisi cairan berwarna biru.
Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar yang ditemui Kompas di lokasi tidak bersedia memberikan keterangan.
“Kasus ini ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Mabes. Sebaiknya tanya ke Direktur Reserse Kriminal Umum ya,” ujarnya.
Pihak kepolisian membenarkan adanya ledakan yang diduga berupa bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyampaikan tim yang dibentuk Polda Metro Jaya langsung mengecek dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kejadian tersebut benar terjadi hari ini. Saat ini Polda Metro Jaya sedang membentuk tim yang dibackup Mabes Polri dalam hal ini Densus 88,” ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/1).
Dedi mengatakan, polisi akan segera mungkin mengungkap peristiwa peledakan yang diduga bom molotov itu.
Saat ini, kata Dedi, tim Inafis dan Laboratoriun Forensik dibantu Densus 88 sedang mengolah kejadian tempat perkara kejadian (TKP) dan menganalisa alat bukti. Densus 88, kata Dedi, telah memiliki pengalaman dalam mengungkap berbagai peristiwa terkait teror dan bahan peledak.
“Mereka (Densus 88) sudah memiliki kompetensi yang cukup lengkap. Oleh karena itu, tugasnya dari Densus 88 membackup tim yang sudah dibentuk oleh bapak Kapolda Metro Jaya,” kata Dedi.
Dedi mengatakan, di TKP telah ditemukan beberapa barang bukti, seperti pecahan-pecahan botol, bekas api yang terus didalami oleh laboratorium forensik.
Dedi mengungkapkan, tidak ada korban akibat ledakan yang diduga bom molotov itu. Pada kesempatan itu, Dedi meminta kepada masyarakat untuk menyerahkan kepada tim yang menangani utuk bekerja mengusut peristiwa itu.
“Saat ini berikan kesempatan pada tim untuk bekerja,” kata Dedi.(Antara)
Berdasarkan keterangan seorang saksi bernama Suwarni, dia sempat melihat botol kaca yang memiliki sumbu di rumah korban sekitar pukul 05.30 WIB. “Kayak botol begitu loh, ada sumbunya,” ungkap Suwarni kepada Kompas.com ketika ditemui di kediamannya, Rabu siang.
Ia menyebutkan, dari dua botol yang terlihat di lokasi itu, satu dalam keadaan utuh dan satunya dalam keadaan pecah. Sebelumnya, Suwarni juga sempat mendengar suara seperti gelas pecah dari arah rumah Laode. “Saya dengar suara preng begitu doang, kayak suara gelas pecah,” katanya. (Kompas.com)

Selengkapnya Rumah Wakil Ketua KPK Dilempar Bom Molotov

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buat Sistem Informsi Mu Sekarang