Press "Enter" to skip to content

60 Tahun Sumbawa, dari Beringin Sila hingga WTP Enam Kali Berturut

Telah Dibaca : 6187 Kali

KabarNTB, Sumbawa – Upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa ke-60 Tahun 2019 berlangsung khidmat dan semarak pada Selasa pagi 22 Januari 2019 di Halaman Kantor Bupati Sumbawa.

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril menjadi inspektur upacara pada kesempatan tersebut. HUT Sumbawa tahun ini, mengangkat tema “Dengan semangat gotong royong kita wujudkan sumbawa hebat bermartabat”.

Sedangkan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, menyampaikan, bahwa sejalan dengan tema peringatan HUT Kabupaten Sumbawa ke-60, maka kerja sama yang sinergis, koordinatif dan mutualistik antar seluruh komponen menjadi syarat mutlak terwujudnya Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat.

Bupati juga menyampaikan berbagai capaian yang yang telah diraih Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang selama ini telah bekerja keras dan membangun sinergi yang kuat, sehingga berhasil meraih berbagai capaian positif. Antara lain dalam hal pengelolaan keuangan daerah, Pemkab Sumbawa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI enam kali berturut-turut.

Bupati HM Husni Djibril dan Wakil Bupati H Mahmud Abdullah beserta Isteri dalam upacara peringatan HUT kabupaten Sumbawa ke-60

Demikian juga dalam hal kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, berdasarkan laporan hasil evaluasi Inspektorat Provinsi NTB terhadap LPPD Kabupaten Sumbawa Tahun 2017 TA 2018, Kabupaten Sumbawa menduduki peringkat terbaik dari 10 Kabupaten/Kota se-Provinsi NTB.

Dari aspek akuntabilitas kinerja pemerintah, berdasarkan hasil evaluasi kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, akuntabilitas kinerja Pemkab Sumbawa berhasil memperoleh upgrading nilai, dari predikat CC pada tahun 2016 dan 2017, menjadi predikat B pada tahun 2018.

Sedangkan dalam bidang transportasi, berkat kerjasama yang sinergis dengan pemerintah Pusat, terminal baru Bandara Sultan Kaharuddin III telah dioperasikan. Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan lahan untuk penambahan panjang run way Bandara Sultan Kaharuddin agar bisa didarati oleh pesawat yang lebih besar.

“Pemerintah daerah juga terus berikhtiar mewujudkan pembangunan Pelabuhan Teluk Santong yang didamba-dambakan terutama oleh masyarakat di wilayah timur Kabupaten Sumbawa. Pelabuhan ini direncanakan memiliki kapasitas lebih besar dari Pelabuhan Badas, yang saat ini merupakan satu-satunya pelabuhan bongkar muat di Kabupaten Sumbawa,” ungkap Bupati.

Terkait dengan infrastruktur jalan, rasio jalan mantap terus meningkat setiap tahunnya. sampai dengan tahun 2018, kondisi jalan mantap di kabupaten Sumbawa mencapai 632,07 km (66,43%) dari total 951,51 km panjang jalan kabupaten. Jumlah ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 54,33 km dibandingkan tahun 2015 yang hanya sepanjang 577,74 km.

Namun demikian, bupati mengakui kemantapan jalan yang telah dicapai tersebut belum mampu memenuhi target RPJMD sebesar 82,58%, sehingga masih terjadi deviasi sebesar 16,15%.

“Kondisi ini terkendala antara lain karena keterbatasan anggaran, sebab untuk meningkatkan 1% kemantapan jalan, dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit, mencapai 28,50 milyar rupiah.

Namun hal itu tidak menyurutkan tekad untuk terus berikhtiar mewujudkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang representatif bagi masyarakat, termasuk jalan dan jembatan di wilayah-wilayah terpencil, seperti ruas jalan batu putih – SP 3, ruas jalan pelita – Batu Rotok, ruas jalan Brang Rea – Sempe, jembatan Sebeok Kecamatan Orong Telu, jembatan Berora Kecamatan Lopok.

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, sambung Bupati, saat ini Pemda juga telah memulai pembangunan Bendungan Beringin Sila, bendungan terbesar di Kabupaten Sumbawa yang sudah lama diidam-idamkan oleh warga Kecamatan Utan dan masyarakat Sumbawa pada umumnya.

Selanjutnya dalam bidang kesehatan, Pemda terus melanjutkan program revitalisasi puskesmas sehingga semakin banyak puskesmas yang terakreditasi. relokasi Rumah Sakit Umum Daerah di Wilayah Sering Kecamatan Unter Iwes, yang sudah sejak lama diinisiasi, juga akan segera terealisasi.

Dalam Bidang Pendidikan, Pemda juga terus berikhtiar maksimal mewujudkan pemerataan dan perluasan akses pendidikan, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, termasuk meningkatkan mutu pembelajaran, kualifikasi dan kompetensi para guru. Berbagai program kemitraan dengan lembaga-lembaga yang concern di bidang pendidikan terus dijalin.

Dalam bidang ekonomi, Pemda terus melanjutkan program revitalisasi pasar untuk menghadirkan pasar rakyat yang lebih representatif sebagai sentra pengembangan ekonomi kerakyatan. Seperti Pasar Brang Bara, Pasar Langam, Pasar Labuhan Sumbawa dan Pasar Utan yang pada tahun 2017 lalu dirampungkan pembangunannya.

Tahun 2019 ini, akan direalisasikan revitalisasi Pasar Seketeng secara keseluruhan dengan total anggaran mencapai 58 Milyar rupiah. DED Pasar Seketeng ini telah dirampungkan sejak tahun 2017 lalu, dan saat ini proses pembebasan lahan masih berlangsung.

Untuk mendukung upaya pengembangan ekonomi kerakyatan, juga telah mendirikan 101 Bumdes yang diharapkan dapat merangsang geliat perekonomian masyarakat desa. Melalui Bumdes pula Pemda menyalurkan Kredit Sahabat (Krabat) tanpa bunga kepada para petani miskin sebagai upaya untuk melindungi petani yang mengalami kesulitan permodalan dari jeratan rentenir.

Di bidang pertanian, produksi padi terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga Sumbawa tetap dapat menopang ketahanan pangan secara nasional. Selain padi, tanaman jagung juga menjadi komoditas unggulan yang terus dikembangkan, bahkan saat ini kami menargetkan produksi jagung sebesar satu juta ton per tahun untuk mendukung swasembada jagung nasional.

“Kita telah mencanangkan gerakan masyarakat agribisnis jagung integrasi sapi (Gema Jipi) sebagai salah satu program untuk mengintensifkan produksi jagung dan juga ternak sapi,” imbuh Bupati.

Upacara tersebut juga dihadiri oleh wakil Gubernur NTB, Hj Siti Rohmi Djalillah, para Bupati / Walikota se-NTB dan Staf Ahli Menteri PUPR, Lukman Hakim. Dalam sambutannya, Ia mengharapkan, agar pembangunan bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga keberadaannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa.(JK)

Selengkapnya 60 Tahun Sumbawa, dari Beringin Sila hingga WTP Enam Kali Berturut

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buat Sistem Informsi Mu Sekarang