Press "Enter" to skip to content

Danrem Kumpulkan Aplikator Rekonstruksi untuk Teken Pakta Integritas

Telah Dibaca : 7947 Kali

KabarNTB, Mataram – Sekitar 30 orang Aplikator program rekonstruksi pasca gempa yang terdiri dari para Pengusaha NTB menandatangani pakta integritas dihadapan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani dan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Kadis Perkim) Provinsi NTB I Gusti Bagus Sugiharta.

Penandatanganan pakta integritas itu dilaksanakan dalam Rakor yang dilaksanakan di Kantor BPBD NTB di Mataram, Kamis 31 januari 2019.

Usai Rakor, Danrem 162/WB kepada wartawan mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan para pengusaha yang terlibat sebagai Aplikator dalam proses percepatan rehab rekons pembangunan rumah rusak berat untuk menandatangani pakta integritas karena dikejar waktu untuk terus membangun.

Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Rhamdani saat penandatanganan pakta integritas oleh para Aplikator program rekonstruksi pasca gempa NTB

Menurut Danrem, penandatanganan ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan para Aplikator terkait dengan pengadaan material masing-masing setiap minggu sehingga sesuai kesepakatan dengan Gubernur.

“Para Aplikator ini nantinya akan diberikan porsi pengadaan dengan jumlah yang sama. Namun apabila pekerjaannya selesai tepat waktu atau sebelum waktunya, maka akan kita berikan pekerjaan yang lebih banyak. Dan apabila pekerjan tidak selesai tepat waktu maka tingkat pekerjaan yang diberikan juga akan dikurangi dan bahkan pemutusan hubungan kerja,” ungkap Kolonel Ahmad Rizal.

Setelah ada perjanjian SPK dengan Pokmas, sambungnya, maka material harus segera tiba di lokasi pembangunan berdasarkan permintaan Pokmas paling tidak dua tau tiga hari.

“Masing-masing kabupaten, jumlah rumah yang rusak ringan, sedang dan berat berbeda sehingga tidak bisa ditentukan idealnya antara jumlah Fasilitator dengan Aplikator di lapangan. Namun harus berupaya untuk memaksimalkan proses percepatan agar rumah cepat jadi,” tegasnya.

Selain itu, Danrem juga mengatakan, pihaknya sudah menghitung kemampuan masing-masing Aplikator untuk bisa menyelesaikan rumah setiap minggu.

“Awal Februari 2019, kami akan melakukan SPK di masing-masing Kecamatan bersama Pokmas, Aplikator yang diketahui oleh BRI, Danramil, Kapolsek, Kalak BPBD, PUPR atau Perkim yang ada di wilayah untuk memastikan material setelah adanya perjanjian SPK dengan Pokmas,” pungkasnya.

Sementara Mei, salah satu Aplikator dari Coonwood, mengatakan dalam satu bulan, pihaknya mengambil jumlah paling kecil sekitar 400 unit rumah sehingga bisa menyelesaikan 100 unit rumah tipe 36 setiap minggu. Untuk tipe 27 membtuhkan waktu kurang dari seminggu bisa mencetak rumah lebih dari 100 unit rumah.

“Rumah tipe 27 dengan satu kamar, satu ruang tamu dan satu kamar mandi dan teras,” sebutnya.

Untuk teknisi, kata Mei, pihaknya sudah membawa teknisi langsung dari Jakarta karena tidak sembarangan teknisi dalam proses pembuatannya.

Sedangkan Aplikator Risha dari Lombok Tengah, Sahrun menyampaikan work shop tempat membuat panel Risha berada di Desa Aik Buka Kecamatan Batu Kliang Kabupaten Loteng.

Terkait dengan pembayaran rumah Risha, kata Sarun, pihaknya fleksibel dan tidak ada masalah karena pembayaran diterima langsung dari Pokmas.

“Hingga saat ini sebanyak 49 unit rumah yang sudah keluar dari work shop, namun 11 unit yang belum berdiri dan sisanya sudah ditempati oleh pemiliknya,” tutupnya.(EZ/*)

Selengkapnya Danrem Kumpulkan Aplikator Rekonstruksi untuk Teken Pakta Integritas

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buat Sistem Informsi Mu Sekarang