Press "Enter" to skip to content

Program Pengentasan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran

Telah Dibaca : 7456 Kali

KAYUAGUNG, KRSUMSEL.COM – Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H M Dja’far Shodiq menegaskan agar masyarakat di Kabupaten OKI menghilangkan budaya merasa miskin. Hal ini dijelaskannya menyikapi masih kerap adanya warga yang berebut ingin mendapatkan dan menjadi sasaran penerima bantuan beras sejahtera (rastra).

Menurutnya, pengalamannya yang pernah menjabat sebagai kepala desa (Kades) dirinya tahu persis akan hal ini. “Jadi tradisi malu miskin ini belum ada,” kata H Shodiq saat memimpin rapat koordinasi penerimaan bansos rastra di Kantor Bupati OKI, Rabu (06/02).

Untuk itu, dirinya mengharapkan agar melalui pertemuan ini dapat menghasilkan data yang valid dan bisa tepat sasaran. Dengan begitu program-program untuk mengentaskan kemiskinan ini dapat terealisasi dan angka kemiskinan ini semakin berkurang.

H Shodiq juga berujar agar kades tidak tebang pilih dalam menentukan penerima manfaat bantuan rastra ini, jangan sampai ada kelurga kades yang seharusnya tidak masuk sasaran tapi masih menerima. “Kalau ada keluarga kades yang masuk, laporkan ke saya. Bila perlu saya yang memberikan bantuan,” tegasnya.

Bila perlu, lanjut H Shodiq di rumah-rumah penerima ini di berikan plang miskin. “Kades juga jangan malu memasang ini (plang miskin),” ujarnya.

Ditambahkan Sekda OKI, H Husin SPd MM bahwa, terkait penyaluran manfaat rastra ini sudah ada kerjasama antara Kementerian Sosial dengan Polri agar penyaluran ini benar-benar tepat sasaran. Untuk itu, dirinya menegaskan agar dalam menentukan sasaran penerima ini dapat mengacu pada aturan-aturan sudah ditentukan.

“Jangan sampai ketidaktahuan membawa masalah, karena ketika ada penyimpangan tim penegakan hukum akan bergerak. Kades juga jangan sampai ada main mata dalam menentukan data penerima, untuk itu Wabup juga menegaskan jika ada keluarga kades yang masuk daftar tapi sebenarnya tidak itu harus ditegaskan,” ujarnya.

Dirinya juga mengimbau agar setelah rapat ini para camat dapat segera mengumpulkan kades dan lurah untuk menentukan penerima ini. “Pastikan ini sampai kepada kades, dan menentukan siapa penerima yang sebenarnya,” tegasnya.

Menurutnya, program ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat karena masalah kesejahteraan ini sangat beriringan dengan keamanan. “Ketika ada banyak masyarakat miskin, ini akan berimbas pada keamanan, kriminalitas,” tambahnya.

Sementara itu, kepala Dinas Sosial OKI, H Amirudin SSos MSI mengungkapkan jumlah penerima bantuan rastra ini berjumlah 56.175 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 18 kecamatan, dan ini masih sama dengan data tahun sebelumnya. Yang menjadi tugas saat ini adalah verifikasi data terkait penerima ini.

“56.175 ini jumlah penerima, sedangkan jumlah Basis Data Terpadu (BDT) jumlahnya ada lebih 85 ribu. Jadi nanti akan diverifikasi apakah para penerima ini masih layak menerima,” katanya.

Masih kata Amirudin, yang disayangkan adalah masyarakat ini ketika mendengar akan ada bantuan mereka berbondong-bondong untuk mendapatkan. “Kami memohon jangan bangga jadi masyarakat miskin dan jangan bangga dapat bantuan. Mestinya malu kalau memang TDK layak d bantu,” tandasnya. (*)

Selengkapnya Program Pengentasan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor By :

Muhammad Ullil Fahri,S.Pd.M.TI

www.mfahri.web.id