Press "Enter" to skip to content

Leher Nyaris Putus, Warga BHL Tewas Dibacok Dengan Parang

Telah Dibaca : 7893 Kali

MUBA, KRSumsel.com – Fitriadi Alias David (28) warga Desa Lubuk Bintialo Kecamatan Batang Hari Leko(BHL) Kabupaten Musi Banyuasin, harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek BHL.

 Pasalnya, dirinya telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Aswani (33) warga Desa Lubuk Bintialo Kecamatan BHL, Sabtu (09/2/2019) sekitar pukul 01.05 wib.

            Informasi yang dihimpun KRSumsel. Pada hari Sabtu (09/2/2019) sekitar pukul 01.05 wib. Tepatnya di perumahan baru Dusun IV Desa Lubuk Bintialo Kecamatan BHL. Fitriadi (pelaku) nekat menghabisi nyawa korban Aswani dengan sebilah senjata tajam berupa parang. Dimana parang yang digunakan itu. Dibacokkan oleh pelaku tepat mengenai kepala korban sebelah kanan, bagian belakang sampai keleher dan daun telinga bagian bawah. Atas kejadian ini korban meninggal dunia ditempat. Sementara saksi yang melihat langsung membawa korban ke Puskesmas setempat.

             Peristiwa berdarah ini sendiri dipicu hutang korban terhadap pelaku yang sudah hampir 1 minggu. Dimana korban telah meminjam uang sebesar Rp 1 juta terhadap pelaku dan berjanji akan mengembalikan sehari kemudian. Namun saat ditagih pelaku sebanyak 3 kali. Korban tidak mau membayar, kemudian mengelurkan kata-kata “kalau kita takut dibumi ini di pijak uwong”. Mendengar kata-kata korban.

Kemudian pelaku langsung tersinggung dan mengambil senjata tajam parang. Yang sudah disiapkan pelaku disamping tempat duduk. Selanjutnya pelaku berpura-pura berjalan kearah belakang korban dan langsung membacok kearah leher korban sebanyak 1 kali. Hingga korban roboh ke tanah.

         Meski pelaku sempat melarikan diri. Namun gerak cepat Unit Reskrim Polsek BHL berhasil menangkap pelaku, Sabtu(09/2/2019) sekitar pukil 09.00 wib. Pelaku sendiri bersembunyi dikediaman keluarganya yang terletak di wilayah Desa Lubuk Bintialo.

            Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM melalui Kapolsek BHL AKP Sofyan didampingin Kanit Reskrim Iptu Junardi kepada KRSumsel.com, Sabtu (09/2/2019) membenarkan peristiwa tersebut.

           “Benar dini hari tadi, Sabtu (09/2/2019) pukul 01.05 wib. Ada insiden pembunuhan terhadap korban Aswani di wilayah Perumahan Baru Dusun IV Desa Lubuk Bintialo Kecamatan BHL. Saat ini terhadap pelaku Fitriyadi sudah kita ringkus pukul 09.00 wib pagi ini. Saat pelaku bersembunyi dirumah keluarganya. Yang terletak di Desa Lubuk Bintialo, ” ujarnya.

            Lanjutnya, peristiwa ini sendiri dilatarbelakangi hutang. Dimana korban telah memimjam uang dengan pelaku sebesar Rp 1 Juta. Namun korban tidak mau membayar ketika ditagih pelaku.

        Lanjutnya, saat pelaku akan mengabisi nyawa korban dini hari tadi. Pelaku sudah menyiapkan sebuah parang. Ketika keduanya bertemu di perumahan baru dusun 4 desa lubuk bintialo kecamatan bhl. Pelaku pun langsung mengambil parang yang sudah disiapkannya. Selanjutnya pelaku membacok korban dengan parang hingga tewas ditempat.

           “Ya motif pelaku kesal. Karena korban tidak mau membayar hutang kepada pelaku, ” bebernya.

           Tegasnya, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saat ini pelaku beserta barang bukti senjata tajam jenis parang sekitar 35 cm, sarung senjata tajam, sandal kulit yang berlumuran darah, pakaian baju dan celana korban sudah kita amankan. Guna dilakukan proses lebih lanjut.

      “Terhadap pelaku akan kita jerat pasal 340 jo 388 dan 351 (3) KUHPidana tentang tindak pidana pembunuhan berencana. Dengan ancaman diatas 10 tahun penjara, ” tegasnya.(AS)

Selengkapnya Leher Nyaris Putus, Warga BHL Tewas Dibacok Dengan Parang

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor By :

Muhammad Ullil Fahri,S.Pd.M.TI

www.mfahri.web.id