Press "Enter" to skip to content

Berawal dari Saling Ejek, Seorang Pelajar Tewas Ditusuk

Telah Dibaca : 7515 Kali

KabarNTB, Sumbawa – Seorang pelajar asal Dusun Sampar Layang, Desa Pamanto Kecamatan Empang, Sumbawa Besar, Aldi Suprianto (15), meregang nyawa karena dikeroyok sekelompok ABG.

Aldi tewas dengan luka tusukan di sejumlah bagian tubuhnya pada Sabtu malam 17 Februari 2019.

Peristiwa yang menewaskan Aldi berawal dari saling ejek antara kelompoknya dengan kelompok pelaku penusukan.

Saat itu Ia bersama kelompoknya sedang melintas di kawasan pertokoan di Dusun Sampar Layang, Desa Pamanto. Tiba-tiba mereka diteriaki oleh kelompok lain yang sedang duduk di depan sebuah toko. Tak terima diteriaki, kelompok korban pun kembali membalas dengan meneriaki juga.

Tiga pelaku pengeroyokan dan penusukan (duduk) setelah berhasil ditangkap Petugas

Namun rupanya kelompok pelaku tidak terima, mereka lalu mengejar Aldi dan kelompoknya. Mereka berhasil dihadang di depan rumah seorang warga. Sebagian anggota kelompok langsung berbalik arah. Sementara korban yang berboncengan dengan temannya tidak bisa menghindar. Keduanya kemudian masuk ke dalam pekarangan warga.

Melihat kesempatan tersebut, seorang pelaku berinisial AH langsung memukul korban. Demikian juga dengan Seorang pelaku lain berinisial BN ikut memukuli korban. Saat korban dalam posisi jongkok, seorang pelaku lain berinisial GO langsung menusuk korban menggunakan pisau. Setelah selesai menganiaya korban, para pelaku ini meninggalkan korban yang terkapar akibat penganiayaan dan penusukan di lokasi.

Aldi yang mengalami luka parah akibat penganiayaan dan penusukan, langsung dilarikan ke Puskesmas setempat. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Polsek Empang yang mendapat informasi, langsung turun ke lokasi, melakukan olah TKP serta mencari saksi dan bukti dalam kejadian tersebut. Tidak berselang lama, Polisi berhasil menemukan saksi yang membonceng korban. Dari keterangan saksi, diketahui identitas para pelaku yang menganiaya korban.

Dipimpin Kapolsek Empang beserta personel dari Polres Sumbawa, Polisi langsung mengejar para pelaku. Hasilnya, pelaku berinisial AH berhasil diamankan di kediamannya di salah satu desa di Empang pada Ahad dinihari. Kemudian dua pelaku lain berinisial BN dan GO menyusul ditangkap. Ketiga pelaku kemudian dievakuasi ke Polres Sumbawa untuk dilakukan proses selanjutnya.

Atas keberhasilan dalam pengungkapan kasus yang kurang dari 24 jam ini, para personel Polres Sumbawa yang terlibat melakukan pengungkapan mendapatkan penghargaan. Dan Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolres Sumbawa dalam upacara yang dilaksanakan di Kompi Senapan B Senin 18 Februari 2019.

Para personel yang mendapatkan penghargaan tersebut antara lain Kapolsek Empang, Iptu. I Made Suardika, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP. Zaky Maghfur SIK dan Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Burhanuddin.

Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio, menyatakan apresiasi atas kinerja jajarannya yang mampu menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.

Korban sendiri telah dikebumikan pada Ahad siang. Pihaknya, kata Kapolres, juga sudah melakukan pendekatan kepada keluarga korban.

“Kami berharap kepada para pihak baik itu keluarga korban dan masyarakat Empang pada umumnya agar tetap menjaga situasi kondusif demi kenyamanan bersama,” demikian Kapolres.(JK)

Selengkapnya Berawal dari Saling Ejek, Seorang Pelajar Tewas Ditusuk

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor By :

Muhammad Ullil Fahri,S.Pd.M.TI

www.mfahri.web.id