Press "Enter" to skip to content

Partai Berkarya bantah tudingan bahwa Tommy Soeharto mempolitisasi adat

Telah Dibaca : 7579 Kali
Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Papua, Bertus Kogoya (kanan) – Jubi/Arjuna Pademme

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi Papua, Bertus Kogoya membantah tudingan sejumlah pihak bahwa Tommy Soeharto telah mempolitisasi masyarakat adat Papua untuk meraih suara dalam Pemilihan Umum 2019. Kogoya juga membantah tudingan bahwa Tommy Soeharto akan berkampanye dengan meresmikan kantor Lembaga Masyarakat Adat di Merauke dan Jayawijaya.

Bantahan itu disampaikan Kogoya di Jayapura, Rabu (6/3/2019). Kogoya menegaskan Tommy Soeharto selaku Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya sepenuhnya memahami posisinya sebagai politikus, dan bukan merupakan bagian dari masyarakat adat. Meskipun Tommy merupakan satu satu calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Papua, anak penguasa Orde Baru itu tidak memiliki niatan memakai sentimen masyarakat adat untuk mendulang suara.

“Pimpinan kami mencalonkan diri untuk anggota DPR RI dari dapil Papua. Beliau bukan orang Papua sehingga ingin permisi kepada Lembaga Masyarakat Adat di Papua sebagai tuan rumah,” kata Kogoya.

Kogoya menyebut kabar yang beredar bahwa Tommy Soeharto akan meresmikan kantor baru Lembaga Masyarakat Adat (LMA) di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Jayawijaya sebagai informasi keliru. Kogoya menyesalkan informasi keliru itu, karena terlanjur memicu protes dari kalangan masyarakat adat di Merauke, Jayawijaya, dan protes dari Pemuda Adat Papua di Jayapura.

“Kehadiran beliau (Tommy Soeharto) ke Papua hanya untuk bersilahturami dengan para tokoh adat. Silaturahmi itu dipusatkan di Merauke dan Wamena. Tidak ada rencana meresmikan kantor LMA. Apa yang disampaikan Pemuda Adat Papua keliru,” ujar Kogoya.

Sehari sebelumnya, Sekretaris Umum Pemuda Adat Papua, Yan Chistian Arebo mengatakan pihaknya menolak jika kedatangan Tommy Soeharto ke Papua untuk meresmikan kantor LMA di Merauke dan Jayawijaya. “Kalau Tommy datang ke Papua dalam rangka kegiatan politik, seharusnya meresmikan kantor partai. Peresmian kantor LMA tidak ada korelasinya,” kata Christian Arebo. Tommy diminta tidak menyeret adat untuk kepentingan politik atau parpol karena dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan di antara masyarakat adat Papua. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

The post Partai Berkarya bantah tudingan bahwa Tommy Soeharto mempolitisasi adat appeared first on JUBI.

Selengkapnya Partai Berkarya bantah tudingan bahwa Tommy Soeharto mempolitisasi adat

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buat Sistem Informsi Mu Sekarang