Press "Enter" to skip to content

Ini Catatan SCW Soal Masalah yang Melilit BSG Sejak Tahun 1996

Telah Dibaca : 5346 Kali
Kendaraan Kas BSG. Foto: ist

Kendaraan Kas BSG. Foto: ist

MANADO, MediaManado.com – Bank Sulut dan Gorontalo (BSG) memang tidak selamanya luput dari masalah dunia perbankan. Sulut Corruption Watch (SCW) merilis sejumlah permasalahan yang dialami “Torang pe Bank” pada lebih dua dekade terakhir atau 22 tahun (sejak tahun 1996 – 2018).

Dalam rilis yang diterbitkan akhir pekan ini, Koordinator SCW Deswerd Zougira menyatakan, Sejak berdiri puluhan tahun silam BSG, yang sebelumnya bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulut, tak luput dari masalah.

Tahun 1996, BSG (saat itu bernama BPD Sulut) terlibat pembelian commercial paper bodong miliaran rupiah. Kasus ini membawa dirutnya masuk bui.

Lama tanpa masalah, tahun 2012 BSG menerima saham 24% dari Mega Corporate, sehingga bank ini tidak murni lagi sebagai bank daerah.

KPK sempat curiga dan memeriksa direksi BSG atas masuknya Mega Corporate.

Pada 2015, keluar rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memerintahkan pengembalian segera dana panjar sebesar Rp. 6 Miliar lebih yang diterima oknum kepala daerah, lembaga auditor, aparat hukum, LSM dan wartawan.

Masih di tahun 2015, Pemda Minahasa Tenggara memindahkan rekening kas daerahnya ke BRI. Peristiwa ini membuat BSG kerepotan dalam menagih kredit ratusan miliar rupiah dari ASN Pemda.

Tahun 2017, terbit hasil audit BPK yang menyebutkan terdapat kerugian negara sebesar Rp. 160 Miliar akibat pembelian SUN (Surat Utang Negara) yang terus tergerus nilai jualnya.

Keputusan pembelian SUN justru dilakukan di saat BSG sedang kesulitan likuiditas.
Bersamaan dengan masalah SUN itu, muncul temuan kredit macet puluhan miliar rupiah di Kantor Cabang (Kacab) Boalemo, Kacab Limboto, dan Cabang Pembantu Telaga di Gorontalo akibat permainan orang dalam.

Beberapapejabat bank yang terlibat sudah diberhentikan. Kasus ini sedang ditangani aparat hukum.

Lalu kasus uang Tantim sebesar Rp. 13 Miliar. Semula kasus ini ditangani Kejaksaan Tinggi tetapi tidak jalan. Kasus kemudian dilaporkan ke Polda hingga digugat perdata oleh beberapa mantan direksi.

Tahun 2018, Pemda Bolmong memindahkan Rekening Kas Umum Daerahnya (RKUD) ke BNI. Pemkot Manado dan Pemkot Kotamobagu juga mengancam memindahkan RKUD-nya dari BSG.

Kasus inipun tak luput dari perhatian luas publik. (Ferry/Sumber SCW)

Selengkapnya Ini Catatan SCW Soal Masalah yang Melilit BSG Sejak Tahun 1996

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buat Sistem Informsi Mu Sekarang