Press "Enter" to skip to content

Caleg Pelaku Politik Uang = Caleg Tidak Berkualitas!

Telah Dibaca : 9501 Kali

KabarNTB, Sumbawa Barat – Wakil Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumbawa Barat, Muhammad Rizal, menyebut calon legislatif (Caleg) yang melakukan money politik (politik uang dengan membeli suara pemilih dengan sejumlah uang) adalah Caleg yang tidak berkualitas.

Dihadapan ratusan masyarakat yang hadir dalam kampanye tatap muka di Desa Dasan Anyar, Sabtu malam 9 Maret 2019, Rizal menegaskan, Caleg yang melakukan politik uang sesungguhnya menunjukkan bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas dan kualitas memadai untuk dipilih dan mengemban amanah rakyat untuk duduk di parlemen.

“Mereka tidak mampu merebut hati rakyat karena tidak punya kompetensi, tidak berkualitas. Jadi menggunakan cara mudah, membeli suara rakyat dengan uang. Setelah terpilih ‘goodbye’ (selamat tinggal) dia tidak akan bertanggungjawab. Rakyat juga tidak bisa berharap dia akan memperjuangkan aspirasinya, karena suara rakyat sudah dibeli. Ini bahaya,” tegas Rizal.

Ketua Majelis Syariah DPC PPP KSB, Fud Syaifuddin bersama para tokoh masyarakat usai kampanye tatap muka di Desa Dasan Anyar

Catatan kedua, sebut Calon Anggota DPRD Sumbawa Barat (KSB) Dapil III (Jereweh, Maluk, Sekongkang) itu, Caleg yang melakukan politik uang adalah Caleg Pemalas. Ia mengibaratkan hubungan rakyat dengan Caleg tersebut seperti membeli sayur di pasar. Uang diberikan, sayur diterima, lalu hubungan antara penjual dan pembeli putus.

“Kalau budaya politik uang ini terus dikembangkan, jangan bermimpi dalam waktu lima tahun akan terjadi perubahan, akan terjadi kemajuan di dapil III. Karena suara sudah dibeli, lalu di DPRD mereka hanya datang, duduk, diam, duit, selesai,” cetusnya.

Terakhir Rizal menegaskan, Caleg pelaku politik uang telah melakukan kejahatan (tindak pidana) Pemilu. Ia menjelaskan dalam undang – undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, pasal 523, pelaku politik uang diancam dengan denda paling minimum Rp 24 juta dan pidana penjara 2 tahun.

“Tidak sebanding kita terima uang atau membagi uang 1 juta dengan penjara 2 tahun dan denda minimal 24 juta. Sementara politik uang di masa tenang, pidana penjaranya 4 tahun dan denda 48 juta. Karena itu kejahatan Pemilu yang dilakukan oleh caleg seperti ini wajib kita lawan bersama, karena merusak tatanan dan merusak kualitas pemilu,”.

“Kita tidak bisa berharap Pemilu berkualitas jika praktek jual beli suara terus berlangsung,” tegas Rizal.

Hal senada juga ditegaskan Ketua DPC PPP KSB, Amiruddin Embeng. Ia mengajak pemilih untuk berhitung. Ia mencontohkan suara pemilih dibeli dengan harga Rp 500 ribu, sementara masa jabatan anggota DPRD lima tahun (60 bulan). Jika dibagi, 500 ribu dibagi 60 bulan, maka hasilnya hanya Rp 8.333 per bulan.

“Jika dibagi 30 hari per bulan, maka setiap pemilih hanya mendapat 277 rupiah. Seharga dengan permen. Masa harga diri kita dibayar seharga permen ?. Belum lagi resiko lain,” sebut Embeng.

Karena itu, PPP, kata dia, telah mewanti – wanti seluruh Caleg dari partai berlambang Ka’bah itu untuk tidak coba-coba melakukan money politik. Lalu bagaimana trik masyarakat agar suara mereka berharga dan bisa membawa perubahan untuk kebaikan bersama ?. Embeng memberikan tips agar masyarakat meminjamkan suara mereka untuk mendudukan Caleg paling berkualitas untuk duduk di legislatif.

“Pinjamkan suara bapak-ibu kepada Muhammad Rizal. Kalau tanggal 17 April nanti suara itu dipinjamkan dengan mencoblos Muhammad Rizal, Insya Allah dia duduk di DPRD, maka ada ruang bagi bapak-ibu untuk menagih,”.

“Rizal, tanggal 17 kami mencoblos saudara sampai duduk di DPRD. Kami tidak jual suara, tapi kami pinjamkan. Sekarang kami datang, minta pengembalian pinjaman tersebut. Sebagai anggota DPRD, Rizal dengan kewenangannya lalu mengembalikan pinjaman itu dengan program – program yang memang menjadi kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Kegiatan kampanye tatap muka itu dihadiri ratusan simpatisan yang hadir bersama Ketua Majelis Syariah DPC PPP KSB, Fud Syaifuddin, Wakil ketua DPC PPP yang juga calon anggota DPRD NTB Nomor urut 2 di Dapil V (Sumbawa – KSB) Fakhruddin Rob, para tokoh masyarakat dan pengurus DPC PPP KSB lainnya. Ratusan Simpatisan berikrar untuk memenangkan Muhammad Rizal sebagai wakil masyarakat Jereweh, Maluk dan Sekongkang di DPRD KSB pada Pemilu 17 April mendatang.(EZ)

Selengkapnya Caleg Pelaku Politik Uang = Caleg Tidak Berkualitas!

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buat Sistem Informsi Mu Sekarang