Press "Enter" to skip to content

Samawi Sumbar Beserta 300 Santri Sholat Gaib, Doakan Korban Kekejian Teroris di Selandia Baru

Telah Dibaca : 8128 Kali

PADANG — Aksi teroris yang tanpa perikemanusiaan telah merenggut nyawa sedikitnya 50 umat muslim dalam serangan bersenjata di dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru), Jumat (15/3/2019) lalu. Jamaah sholat Jumat tiba-tiba diberondong tembakan membabi buta oleh teroris bersenapan laras panjang. Aksi keji itu bahkan divideokan lalu tayang secara live di jaringan youtube hingga seluruh dunia tersentak, betapa nyawa manusia sama sekali tak ada harganya bagi para teroris. 

Sebagai ungkapan empati dan duka mendalam atas kebiadaban kelompok teroris di Selandia Baru tersebut, Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) Sumatera Barat bersama sedikitynya 300 santri dari dua pondok pesantren di Padang menggelar sholat gaib sekaligus doa bersama, bertempat di jalan Ciliwung No. 20, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. 
Sholat gaib dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, diimami Buya Mahyuddin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Indonesia (Ponpes MTI) Batang Kabung, Koto Tangah, Padang. 

Kendati dilaksanakan di alam terbuka serta di bawah sengatan terik matahari, namun segenap santri tetap khidmat melaksanakan sholat gaib, yang dilanjutkan dengan pembacaan dzikir dan tahlil dipimpin Ketua Samawi Korwil Sumatera Barat, H. Rudy Ahmad Syafrudin. Sementara pembacaan do’a untuk korban kebiadaban teroris di Selandia Baru, dipimpin Syekh Mudo Yumisdi yang juga Dewan Syuro Koordinator Nasional Samawi. 
Atas serangan mematikan di Christchurch, Selandia Baru, Samawi Sumbar menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Ikut berduka cita sedalam-dalamnya bagi setiap korban dan keluarga mereka, termasuk korban dari warga negara Indonesia (WNI). Kami dari SAMAWI (Solidaritas Ulama Muda Jokowi) Sumatera Barat menggelar sholat gaib, bertempat di dengan jumlah Peserta 300 orang santri dari 2 Pondok Pesantren yang ada di Padang. Samawi Sumbar juga terus mendoakan agar mereka dapat melalui peristiwa tragis ini dengan tabah.
2. Kejadian penembakan muslim di newzeland menjadi pelajaran bagi kita semua di Indonesia khususnya diranah minang yang sebentar lagi akan menghadapi pilpres dan pileg agar tetap menjaga persatuan dan tidak menyebar ujaran kebencian. Karena bagaimanap juga, kejadian kekerasan itu berawal dari kebencian satu kelompok ke kelompok yang lain.
3. Samawi Sumbar mengutuk keras aksi penembakan brutal tersebut dan mendukung upaya pemerintah Selandia Baru menangkap, membawa ke pengadilan dan mengungkap motif berikut jaringan para pelaku penembakan tersebut.
4. Sebagai negara muslim terbesar di dunia, mendorong negara-negara, khususnya di Asia Pasifik, bersama-sama mengembangkan langkah – langkah mengurangi islamophobia, anti-semitisme dan anti imigran berupa dialog-dialog kebudayaan, mengurangi diskriminasi dan intoleransi dan mendorong perlindungan dan kesejahteraan khususnya kepada kelompok minoritas.
5. Mendorong pemerintah Indonesia untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi agar serangan ini tidak berdampak pada meningkatnya kebencian tak berdasar pada warga asing kulit putih atau non-muslim di Indonesia.
6. Mengimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya Minangkabau untuk selalu menjaga ukhuwah kemanusian, ukhuwah kebangsaan dan ukhuwah Islamiah agar terwujudnya lndonesia maju berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Sebelumnya, Sekretaris Koordinator Nasional (Kornas) Samawi Aminudin Ma’ruf, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Koordinator Kelurahan/Desa Samawi Nusa Tenggara Barat di Mataram, Sabtu (16/3/2019), menyatakan bahwa Samawi se Indonesia akan melaksanakan kegiatan sholat gaib dan doa bersama secara serentak pada hari ini, Minggu (17/3/2019). 
“Kegiatan doa bersama dan shalat gaib kita tujukan untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban kebrutalan di masjid Selandia Baru,” kata Aminudin. 
Hari ini, selain di Sumatera Barat, sholat gaib dan doa bersama juga dilaksanakan di Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTB.
Samawi mengecam tindakan-tindakan tidak berperikemanusiaan yang terjadi di masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) lalu.
Menurut , pemerintah Indonesia perlu melakukan langkah-langkah diplomatik sebagai wujud keprihatinan terhadap peristiwa tidak berperikemanusiaan itu.
Diketahui, masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru menjadi sasaran aksi teror pada Jumat (15/3/2019). Pelaku secara brutal menembaki jamaah shalat Jumat di masjid tersebut.
Sebelumnya Komisioner Kepolisian Selandia Baru Mike Bush dalam konferensi pers menyebut korban tewas dalam serangan teroris di dua masjid di Kota Christchurch mencapai 49 orang. Adapun korban luka berjumlah lebih dari 20 orang, termasuk 2 WNI yang salah satunya dalam kondisi kritis. 
Bush menjelaskan bahwa 41 orang tewas dalam penembakan di Masjid Al Noor, Deans Ave, kemudian tujuh orang lainnya tewas di sebuah masjid di pinggiran Linwood dan satu orang tewas saat dirawat di rumah sakit.
Hari ini, Minggu (17/3/2019), korban tewas bertambah menjadi 50 orang. Seorang WNI yang tadinya kritis akhirnya meninggal dunia di tengah upaya medis.
(irs)

Selengkapnya Samawi Sumbar Beserta 300 Santri Sholat Gaib, Doakan Korban Kekejian Teroris di Selandia Baru

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor By :

Muhammad Ullil Fahri,S.Pd.M.TI

www.mfahri.web.id