Press "Enter" to skip to content

BEM Nusantara Akan Gelar Aksi Besar-besaran Terkait TPP Pekanbaru

Telah Dibaca : 6236 Kali

PEKANBARU, datariau.com – Pasca dikeluarkannya Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 7 tahun 2019 tentang penghapusan  tunjangan profesi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru sertifikasi jadi perhatian berbagai kalangan termasuk Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Hengky Primana.

Hengky menilai, aksi demonstrasi ribuan pendidik yang tergabung dalam Forum Guru SD-SMP itu wajar sebagai bentuk ungkapan protes terhadap kebijakan pemerintah.

“Sebagai seorang pemimpin seharusnya mampu mengayomi apalagi ini guru. Apakah Firdaus tidak punya hati melihat ribuan pahlawan tanpa tanda jasa itu turun ke jalan hanya untuk bertemu pemimpinnya,” kata Hengky yang juga Presiden Mahasiswa BEM UIR kepada datariau.com Jumat (22/3/2019).

Keterangan: Hengky Primana Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara 

Hengky prihatin melihat kondisi guru yang sudah lima kali melakukan aksi unjuk rasa ke kantor walikota namun setiap kali melakukan orasi tak pernah ditemui.

“Firdaus memilih untuk menjelaskan alasan penghapusan tunjangan tersebut melalui media. Ini adalah bentuk arogansi dari seorang pemimpin yang tidak amanah dan tidak mengayomi rakyatnya, untuk apa dipertahankan pemimpin seperti ini,” papar Hengky.

Hengky mengaku akan turun bersama guru yang ada di Pekanbaru jika tidak ada itikad baik dari walikota untuk menemui guru tersebut.

“Kami bersama guru siap memerangi pemimpin yang dzalim dan tidak mengayomi masyarakat nya. Tunggu saja tanggal mainnya,  tidak akan lama lagi,” tegas Wakil Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) itu.

Berdasarkan pantauan datariau.com di lapangan sepanjang Maret 2019, sedikitnya 1.500 guru Pegawai Negeri Sipil dari berbagai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama di Kota Pekanbaru telah menggelar aksi damai menuntut revisi Perwako Nomor 7 Tahun 2019 pasal 9 ayat 8, tentang Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP).

“Kita kumpulkan tenaga kita untuk Senin depan. Sebelum jam delapan kita sudah sampai di sini, kita ikut upacara pagi. Kita lihat apakah wali kota memiliki nyali untuk menjumpai kita usai upacara,” sebut salah satu perwakilan guru yang menggelar aksi.

Guru Sekolah Menengah Pertama itu menegaskan, akan mengikuti upacara sekaligus menggelar aksi hingga jam pulang pejabat Pemko, bahkan tidak akan mengajar hingga permintaan mereka dikabulkan.

“Kita akan bertahan disini sampai permohonan kami dikabulkan,” tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT mengatakan, jika tuntutan para guru masih masalah Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP), pihaknya sudah berulang kali memberikan penjelasan.

“Kami sudah membalas surat resmi tertulis ke Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jika tuntutannya masih sama, soal TTP, kan sudah berulang kali saya jelaskan. Nah, jika sesuai Permendikbud tahun 2018, ada pasal yang berbunyi seorang PNS tidak boleh menerima tunjangan double,” kata walikota dua periode itu.

Firdaus berharap para guru dapat bersikap bijaksana serta memahami tugas, pokok dan aturan terutama dalam memahami Perwako yang dikeluarkan Pemko Pekanbaru.

Firdaus mengaku, Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 7/2019 yang dikeluarkan Pemko Pekanbaru sudah mengacu pada Permendikbud tahun 2018.

“Nah dalam pasal di Permendikbud ada salah satu ayatnya yang berbunyi bagi guru-guru yang sudah menerima tunjangan sertifikasi dan kemudian menerima TTP dalam bentuk apapun maka harus dikembalikan ke daerah. Kalau terima dua-duanya, maka harus dikembalikan salah satunya,” paparnya.

Jadi, sebut Firdaus, bagi daerah yang tetap memberikan tunjangan penghasilan dan sertifikasi, maka kepala daerah tersebut akan mendapat sanksi hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebagai pembina PNS, ia sangat menyayangkan aksi guru tersebut, apalagi sampai mogok mengajar.

“Kalau masih demo juga, tentu yang dirugikan masyarakat dan anak didik. Berkomunikasi lah dengan tatakrama sebagai seorang PNS. Apalagi seorang guru yang dituntut senantiasa selalu memberikan contoh dan tauladan kepada murid,” tutupnya. (abd)

Selengkapnya BEM Nusantara Akan Gelar Aksi Besar-besaran Terkait TPP Pekanbaru

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor By :

Muhammad Ullil Fahri,S.Pd.M.TI

www.mfahri.web.id