Press "Enter" to skip to content

Solidaridad Kukuhkan Kerjasama Dengan Pemprov Kalbar Untuk Atasi Perubahan Iklim

Telah Dibaca : 1531 Kali

Pontianak, Media Kalbar

Mulai tahun 2019 hingga 2023, Solidaridad Indonesia akan menjalankan sebuah program baru, yakni National Initiative for Sustainable and Climate Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS)  atau Inisiatif Pemerintah untuk Petani Sawit yang Berkelanjutan dan Ramah Iklim. Program ini dijalankan pada 2 provinsi dan 10 Kabupaten yakni Kalimantan Barat dengan 7 kabupaten dan Kalimantan Timur dengan 3 kabupaten. Program inidiinisiasi oleh Pemerintah Belanda dan Pemerintah Indonesia untuk menangkal citra negative sawit Indonesia di mata Eropa. Prinsip-prinsip mengenai peningkatan kesejahteraan petani mandiri sawit dan aspek keberlanjutan lingkungan dituangkan dalam bentuk Nota Kesepahaman antara kedua negara.

Program ini diharapkan juga dapat mendukung komitmen pemerintah nasional maupun subnasional terhadap penurunan emisi gas rumah kaca (GRK), pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan (SDGs), tanpa deforestasi, dan perlindungan gambut serta mendorong strategi mitigasi (peningkatan cadangan karbon berbasis lahan), adaptasi (terhadap perubahan iklim), dan perbaikan peri kehidupan (pendapatan & produktivitas) petani yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi pada umumnya dan kabupaten sasaran pada khususnya.

Dalampembukaan kegiatan, Dr. Shatadru Chattopadhayay, Regional Director Solidaridad Asia menyatakan, “Kami memfokuskan diri pada petani mandiri karena mereka adalah bagian penting dalam pencapaian pertanian kelapa sawit berkelanjutan mulai tahun 2017. Para petani ini berkontribusi 40.3% dari total perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Solidaridad menyatakan diri sebagai dokter untuk keberlanjutan, bukan polisi. Kami memfokuskan diri pada solusi, tidak hanya mencari-cari permasalahan yang terjadi. Untuk itu, kami meluncurkan kegiatan besar di Kalimantan Barat dan Timur. Target kami adalah 25,000 keluarga petani di Kalimantan Barat, yang meliputi 250,000 hektar area perkebunan dan pertanian dalam mengatasi perubahan iklim.”

Setelah kegiatan penandatanganan ini, kantor Solidaridad Pontianak akan diresmikan. Berlokasi di Jl. Palapa, kantor ini akan menjadi pusat koordinasi untuk kegiatan di Kalimantan Barat. Solidaridad tidak hanya akan menitik beratkan kegiatan pada aspek pertanian, namun juga akan membuka koneksi pasar untuk para petani mandiri. Telah ada lima kesepakatan yang telah ditandatangani dengan lima kabupaten, dan diharapkan akan terus berlanjut dengan kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Barat.

Kegiatan Penandatangan Kesepakatan Bersama (MoU) antara PemerintahProvinsi Kalimantan Barat dengan Solidaridad Indonesia tentang Kemitraan Strategis dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Kalimantan Barat dilaksanakan pada hari Senin, 8 April 2019 di hotel Mercure City Center, Pontianak. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten Kalimantan Barat, perwakilan petani dan organisasi masyarakat sipil non-pemerintah lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalbar diwakili PJ. Sekda Kalbar, Rektor Untan Prof DR. Thamrin Usman, Bupati Sintang Jarot Winarno, Bupati Kapuas Hulu, AM. Nasir, Bupati Sekadau Rupinus, Bupati Mempawah Gusti Ramlana, Wakil Bupati Bengkayang Agustinus Naon, Sekda Melawi, Pejabat yang mewakili Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Landak.

Juga Hadir jajaran dari Yayasan Solidaridad Indonesia diantara Dewan Penasehatnya Prof DR. Gusti Muhammad Hatta, Pengurus DR. Ir, Hj Delima, Ketua Assosisasi Kebun Sawit Keling Kumang.

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Dr. Syarif Kamarulzaman, menyambut baik kerja sama ini dan berharap beberapa kegiatan akan segera dapat dilakukan dalam waktu dekat, antara lain pemetaan dan perencanaan lansekap, pengembangan kebun percontohan ramah iklim oleh petani sawit, pengembangan kapasitas petani dan lembaga/institusi lokal, pengembangan desa mandiri dan kampong iklim, serta mengembangkan indicator kinerja bersama dengan pemerintah daerah untuk menciptakan pertanian berkelanjutan dan ramah iklim.

Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno mengemukakan, “Menyelaraskan pembangunan dengan kebudayaan dan kearifan local bukanlah hal yang mudah. Sintang memiliki 1.2 juta hektar hutan, APL 900 ribu hektar lebih, 48 Kebun Sawit, kemudian Gambut ada 38 ribu Hektar, aliran sungai banyak tercemar ilegal mining, dan kami tidak bias melakukan semuanya sendiri. Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan Solidaridad yang telah banyak membantu kabupaten kami dan memberikan banyak manfaat.”

Ketika di konfirmasi wartawan di akhir acara, Dr. Shatadru Chattopadhayay, Regional Director Solidaridad Asia meminta dukungan pihak media yang ada di Kalimantan Barat khususnya untuk bisa mendukung mensukseskan program Solidaridad yang di Laksanakan di Kalimantan Barat khususnya pada 7 Kabupaten yang akan di laksanakan yaitu Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, Sanggau, Mempawah, Landak dan Benkayang. (amad)

Selengkapnya Solidaridad Kukuhkan Kerjasama Dengan Pemprov Kalbar Untuk Atasi Perubahan Iklim

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor By :

Muhammad Ullil Fahri,S.Pd.M.TI

www.mfahri.web.id